NTT, BABETO.ID – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria mengaku sebagai Malaikat Mikael kembali menjadi perhatian setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dilansir dari akun TikTok @fonymella6, pada Senin (17/8/2026), video tersebut diberi keterangan yang menyebut bahwa pria tersebut sebelumnya telah memberikan peringatan kepada masyarakat NTT terkait bencana.
Dalam video itu, pria yang mengaku sebagai Malaikat Mikael terlihat berada di kawasan Pelabuhan Aimere. Ia mengenakan baju berwarna oranye, celana pendek hitam, serta membawa sebuah tas berwarna hitam.
Sambil memegang potongan kertas, pria tersebut berteriak dan menyampaikan peringatan kepada warga yang berada di sekitarnya.
“Kalian lihat ini, dia sudah terbakar setengah, karena dia marah,” kata pria tersebut sambil menunjukkan sesuatu kepada warga.
Ketika ditanya oleh warga, pria itu kemudian menjawab dan menyebut dirinya sebagai Malaikat Mikael. “Bukan Gabriel, tapi Malaikat Michael. Dia lah pemimpin, itulah saya sendiri,” ujarnya dalam video tersebut.
Ia kemudian memperingatkan masyarakat agar segera menyelamatkan diri. “Kalian semua kalau kalian tidak mau lari, sebentar akan bencana,” katanya.
Video tersebut kembali ramai diperbincangkan setelah gempa bumi M7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB.
Berdasarkan informasi resmi BMKG, pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. BMKG juga sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa tersebut.
Namun, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang dapat membuktikan bahwa pria dalam video tersebut benar-benar mengetahui atau meramalkan terjadinya gempa. Klaim tersebut merupakan bagian dari narasi dalam video yang beredar di media sosial.
Masyarakat diimbau tidak langsung mempercayai klaim atau ramalan mengenai bencana yang beredar di media sosial dan tetap menjadikan informasi resmi dari BMKG sebagai rujukan terkait aktivitas gempa bumi dan potensi tsunami.***














Komentar