AMBON, BABETO.ID – Dunia digital tidak hanya membawa kemudahan bagi generasi muda, tetapi juga menyimpan berbagai tantangan yang perlu diwaspadai. Hal inilah yang menjadi perhatian SMA Negeri 11 Ambon dengan menggelar sosialisasi mengenai bahaya radikalisme digital bagi para siswa.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (30/9/2026) tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Maluku.
Sosialisasi menghadirkan Kepala Bagian Operasional BINDA Maluku sebagai narasumber untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai potensi ancaman radikalisme yang dapat menyebar melalui media sosial dan ruang digital.
Kegiatan tersebut mendapat antusiasme dari para siswa. Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif menyampaikan pertanyaan dan berbagai persoalan yang mereka temui dalam penggunaan media sosial.
Melalui kegiatan ini, para siswa dibekali pengetahuan agar lebih mampu mengenali informasi maupun konten digital yang berpotensi mengarah pada paham radikal serta memahami pentingnya bersikap bijak di media sosial.
Kepala SMA Negeri 11 Ambon, Zakiyah Saputri, mengatakan kegiatan tersebut menjadi pengalaman penting bagi sekolah dan para siswa.
Menurut Zakiyah, SMA Negeri 11 Ambon menjadi sekolah tingkat SMA yang pertama kali menggelar kegiatan serupa melalui kerja sama dengan BINDA Maluku.
“Kegiatan ini adalah yang pertama kali dilakukan oleh sekolah setingkat SMA yang bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara Daerah Maluku,” kata Zakiyah.
Ia menilai kegiatan tersebut sangat membantu para siswa dalam mengenali bahaya radikalisme digital yang dapat muncul di media sosial.
“Hal ini sangat membantu bagi para siswa untuk mengenali bahaya radikalisme digital di media sosial,” ujarnya.
Zakiyah berharap, sosialisasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan tatap muka saja, tetapi dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menggunakan media sosial secara lebih cerdas, kritis dan bertanggung jawab.
Sebab, di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan generasi muda untuk menyaring informasi menjadi salah satu hal penting agar tidak mudah terpengaruh oleh konten yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan.***








Komentar