AMBON, BABETO.ID – Sosok perempuan berdarah Maluku kembali menjadi perhatian setelah kisahnya disebut pernah mendapat perhatian khusus dari Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.
Dilansir pada Kamis 10/9/2026 dari akun TikTok El Thuba, dengan keterangan video “tiga pramugari cantik yang pernah ditaksir Soekarno”, salah satu nama yang disebut adalah Baby Huwae.
Baby Huwae merupakan aktris dan peragawati yang memiliki darah Maluku, Jawa dan Jerman. Ia dikenal luas setelah tampil dalam film Asrama Dara produksi tahun 1958, di mana ia memerankan tokoh Maria yang merupakan seorang pramugari. Data perfilman Indonesia juga mencatat Baby Huwae sebagai salah satu pemeran utama dalam film tersebut.
Kisah kedekatan Baby Huwae dengan Soekarno bermula sekitar tahun 1958. Saat itu Baby masih muda dan dikenal sebagai peragawati. Ia kemudian diundang ke Istana dan disebut mendapat tawaran untuk menjadi pramugari pribadi di pesawat kepresidenan Dolok Martimbang.
Namun, tawaran tersebut tidak berlanjut. Keinginan Soekarno agar Baby menjadi pramugari disebut mendapat penolakan dari orang tua Baby, khususnya sang ayah.
Tidak berhenti sampai di situ, sejumlah sumber menyebut Soekarno kemudian berusaha mempersunting Baby Huwae. Dalam kisah yang dikutip dari buku Bung Karno: Perginya Seorang Kekasih, Suamiku, dan Kebanggaanku, Baby disebut beberapa kali menolak lamaran Soekarno.
Soekarno juga disebut memberikan nama Indonesia kepada Baby Huwae, yakni Lokita Purnamasari. Nama tersebut kemudian menjadi salah satu nama lain yang melekat pada dirinya.
Meski memiliki kedekatan dengan lingkungan Istana, Baby Huwae tidak tercatat sebagai istri Soekarno. Sejumlah pemberitaan juga menyebut Baby pernah membantah kabar bahwa dirinya telah dinikahi oleh Presiden Soekarno.
Kisah Baby Huwae menjadi bagian menarik dari perjalanan sejarah kehidupan pribadi Soekarno. Sosok perempuan berdarah Maluku ini dikenang bukan hanya karena kiprahnya sebagai aktris dan peragawati, tetapi juga karena kisahnya yang disebut pernah menolak lamaran sang Proklamator.***








Komentar