AMBON, BABETO.ID – Mengantisipasi dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kota Ambon, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku menyalurkan bantuan 15.500 liter air bersih kepada masyarakat terdampak.
Bantuan tersebut didistribusikan selama dua hari, yakni 5–6 November 2026, di sejumlah lokasi yang berada di Kecamatan Sirimau dan Nusaniwe.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Maluku, Sandhy H. Luhulima, SP., M.Si., dalam laporannya kepada Gubernur Maluku, Jumat (6/11/2026), menjelaskan bahwa penyaluran air bersih merupakan langkah tanggap darurat untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi kekeringan.
Pada Kamis (5/11/2026), BPBD menyalurkan 7.500 liter air bersih di dua lokasi. Sebanyak 4.000 liter diberikan kepada warga Kanawa, Desa Batu Merah, RT 007/RW 018, Kecamatan Sirimau, sedangkan 3.500 liter disalurkan kepada warga Kesia, Kudamati, RT 004/RW 003, Kecamatan Nusaniwe.
Selanjutnya, pada Jumat (6/11/2026), distribusi kembali dilakukan di kawasan Perumtel Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe, dengan total 8.000 liter air bersih.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.800 liter disalurkan kepada warga RT 008/RW 07 dan 200 liter untuk warga RT 007/RW 07.
Sandhy mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk respons BPBD Provinsi Maluku terhadap kesulitan masyarakat dalam memperoleh air bersih akibat kekeringan yang terjadi di sejumlah kawasan Kota Ambon.
BPBD Provinsi Maluku juga terus berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih, tetap terpenuhi melalui penanganan dan koordinasi di lapangan.
Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus mengurangi risiko krisis air bersih apabila kondisi kekeringan masih berlanjut.
Pemerintah Provinsi Maluku melalui BPBD turut mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak serta segera melaporkan kepada pihak terkait apabila mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.***













Komentar