oleh

Klarifikasi Aipda GL Soal Pemukulan di Mangga Dua, Minta Nama Gubernur Tak Dibawa

-Berita, Hukum-68 Dilihat

AMBON, BABETO.ID – Aipda GL memberikan klarifikasi terkait insiden pemukulan yang melibatkan dirinya dengan dua pemuda di kawasan Mangga Dua, Kota Ambon, sekitar pukul 03.45 WIT.

Dalam klarifikasinya, Aipda GL menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan tindakan pribadi, bukan dalam kapasitas pengawal pribadi (Walpri).

“Kejadian dini hari itu murni tindakan pribadi. Jangan bawa-bawa nama Gubernur Maluku. Karena saat itu saya tidak sedang bertugas mengawal,” tegas Aipda GL.

Ia juga meminta media massa agar menyajikan pemberitaan berdasarkan kronologi kejadian secara utuh dan berimbang, sehingga tidak menimbulkan persepsi yang keliru ditengah masyarakat.

Menurutnya, media juga perlu memahami perbedaan antara Ajudan atau ADC (Aide-de-Camp) dan Pengawal Pribadi (Walpri), karena keduanya memiliki fungsi serta tanggung jawab yang berbeda.

“Media harus bisa membedakan secara baik mana Ajudan (ADC) dan Pengawal Pribadi (Walpri). Keduanya memiliki makna dan fungsi atau tugas yang berbeda. Jangan menyamakan ADC dengan Walpri, begitu juga sebaliknya,” ujarnya.

Kronologi Versi Aipda GL

Berdasarkan kronologi yang disampaikan Aipda GL, peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 03.45 WIT, ketika dirinya sedang mengantar anggota keluarga pulang setelah menghadiri acara pernikahan adiknya di kawasan Amahusu.

Saat melintas di kawasan Mangga Dua, tepatnya setelah Indomaret, ia melihat seorang pemuda menyiram keponakannya menggunakan botol berisi air.

Keponakannya kemudian menghentikan kendaraan dan menanyakan maksud tindakan pemuda tersebut. Namun, situasi justru memanas setelah diketahui kedua pemuda yang berada di lokasi diduga dalam keadaan mabuk akibat pengaruh minuman keras (Miras).

Menurut penuturannya, salah satu pemuda kemudian memukul keponakannya hingga mengalami luka pada bagian bibir. Bahkan, keponakannya terjatuh bersama sepeda motor yang dikendarainya.

Melihat kejadian tersebut, Aipda GL mengaku berusaha melerai dan menarik kedua pemuda yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap keponakannya.

Namun, upaya tersebut disebut tidak diindahkan. Ia bahkan mengaku sempat menghadapi ancaman pemukulan dari salah seorang pemuda, sebelum ada warga yang mengingatkan bahwa dirinya merupakan anggota polisi.

Aipda GL mengakui kemudian melakukan pemukulan terhadap kedua pemuda tersebut dengan alasan menghentikan tindakan pengeroyokan terhadap keponakannya.

Setelah situasi tersebut, ia mengarahkan keponakannya untuk meninggalkan lokasi dan pulang.

Minta Pemberitaan Berimbang

Melalui klarifikasi ini, Aipda GL berharap pemberitaan mengenai insiden tersebut tidak dibangun berdasarkan potongan informasi yang dapat mengaburkan kronologi sebenarnya.

Ia menekankan bahwa persoalan tersebut harus dilihat berdasarkan konteks kejadian dan kapasitas dirinya saat berada di lokasi, bukan dikaitkan secara langsung dengan jabatan maupun tugas pengawalan Gubernur Maluku.

Klarifikasi ini merupakan keterangan dari Aipda GL mengenai peristiwa tersebut guna meluruskan informasi yang diberitakan sejumlah media. (**)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *