oleh

BUMD Baru dan Ide yang Melompati Zaman Gubernur Hendrik Lewerissa

-Opini-7 Dilihat

AMBON, BABETO.ID – Gagasan Pemerintah Provinsi Maluku membentuk lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru merupakan langkah yang menarik dalam melihat masa depan perekonomian daerah. Gagasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembentukan perusahaan milik daerah, tetapi juga membuka ruang baru bagi Maluku untuk mengembangkan potensi ekonomi melalui pengelolaan yang lebih profesional dan berorientasi pada hasil.

Gagasan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menjadi bagian dari semangat tersebut. Maluku memiliki kekayaan alam dan potensi ekonomi yang sangat besar, mulai dari laut, perikanan, pariwisata, pertanian, rempah-rempah, perdagangan hingga energi dan sumber daya alam. Berbagai potensi itu merupakan modal penting untuk membangun perekonomian daerah yang semakin kuat dan mandiri.

Dalam perspektif New Public Management, pengelolaan pemerintahan modern juga mengenal pendekatan profesionalisme, efisiensi, inovasi dan orientasi pada hasil. Pemerintah dapat menjalankan fungsi regulasi dan pelayanan publik, sementara sektor-sektor yang memiliki potensi bisnis dapat dikembangkan melalui badan usaha dengan manajemen profesional serta target kinerja yang terukur.

BUMD dapat mengambil peran penting dalam kerangka tersebut. BUMD dapat menjadi instrumen pemerintah daerah untuk mengembangkan aset, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, memperluas kemitraan dengan masyarakat dan dunia usaha, sekaligus memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Salah satu contoh menarik adalah pengelolaan pasar. Jakarta memiliki Perumda Pasar Jaya, Bogor memiliki Perumda Pasar Pakuan Jaya, dan Manado memiliki Perumda Pasar Manado. Keberadaan badan usaha tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan pasar dapat dilakukan dengan pendekatan korporasi sekaligus tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Maluku juga memiliki potensi serupa. Pasar Mardika di Kota Ambon merupakan salah satu pusat aktivitas perdagangan masyarakat. Dengan pengelolaan yang semakin profesional, pasar dapat terus dikembangkan menjadi kawasan perdagangan yang tertata, nyaman, bersih dan mampu mendukung aktivitas ekonomi pedagang serta masyarakat.

Pengembangan BUMD di sektor kelautan dan perikanan juga memiliki peluang besar. Sebagai provinsi kepulauan, laut merupakan salah satu kekuatan ekonomi utama Maluku. BUMD dapat mengambil peran dalam membangun rantai usaha perikanan mulai dari penyimpanan, pengolahan, pengemasan, distribusi hingga pemasaran.

Dengan adanya rantai usaha tersebut, hasil perikanan Maluku dapat memiliki nilai tambah yang lebih besar. Nelayan, koperasi, UMKM dan pelaku usaha lokal dapat terhubung dalam satu ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan.

Hal yang sama dapat dikembangkan pada sektor pertanian dan rempah-rempah. Pala, cengkeh dan kelapa merupakan komoditas yang memiliki sejarah panjang dan nilai ekonomi tinggi. Komoditas tersebut dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan sehingga memberikan peluang ekonomi yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha.

Konsep hilirisasi dapat menjadi salah satu jalan untuk mengembangkan potensi tersebut. Produk pertanian tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi. BUMD dapat menjadi penghubung antara petani, koperasi, UMKM, industri dan investor dalam membangun rantai nilai tersebut.

Sektor pariwisata juga memiliki peluang yang sangat besar. Maluku memiliki laut, pulau-pulau, pantai, sejarah, budaya dan kuliner yang menjadi kekuatan pariwisata daerah. Pengelolaan pariwisata secara profesional dapat membuka lebih banyak peluang usaha bagi masyarakat.

BUMD pariwisata dapat berperan dalam pengembangan destinasi, promosi, pengelolaan kawasan wisata dan membangun kerja sama dengan investor maupun pelaku usaha. Kehadiran badan usaha tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pariwisata sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat sekitar destinasi.

Potensi energi dan sumber daya alam Maluku juga dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi daerah. Berbagai peluang yang tersedia dapat dikaji sesuai kewenangan dan regulasi yang berlaku sehingga memberikan ruang bagi daerah untuk mengambil manfaat ekonomi secara optimal.

Lima BUMD baru juga dapat menjadi ruang lahirnya generasi baru profesional daerah. Anak-anak Maluku yang memiliki kemampuan di bidang bisnis, keuangan, teknologi, pemasaran, manajemen dan berbagai keahlian lainnya dapat memiliki ruang untuk berkontribusi dalam pengembangan perusahaan daerah.

Karena itu, setiap BUMD perlu memiliki bidang usaha yang jelas, rencana bisnis yang terukur dan manajemen yang profesional. Dengan tata kelola yang baik, BUMD dapat berkembang menjadi perusahaan daerah yang sehat, produktif dan mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

Lima BUMD tersebut dapat diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki potensi ekonomi kuat. Misalnya kelautan dan perikanan, pariwisata, perdagangan dan pasar, pertanian serta rempah-rempah, sementara sektor lainnya dapat ditentukan berdasarkan kajian potensi dan kelayakan bisnis daerah.

Pada akhirnya, pembentukan lima BUMD bukan hanya tentang menambah jumlah perusahaan milik daerah. Lebih jauh dari itu, gagasan tersebut dapat menjadi bagian dari transformasi ekonomi Maluku menuju pengelolaan potensi yang lebih modern, profesional dan berorientasi pada nilai tambah.

Maluku memiliki modal ekonomi yang besar. Laut yang luas, kekayaan alam, rempah-rempah, budaya dan posisi geografis merupakan kekuatan yang dapat dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Karena itu, gagasan lima BUMD baru dapat dilihat sebagai sebuah lompatan pemikiran. Dari sekadar memiliki potensi menuju kemampuan mengelolanya, dari menjual bahan mentah menuju menciptakan nilai tambah, serta dari aktivitas ekonomi menuju pembangunan ekosistem usaha yang memberikan manfaat lebih luas.

Jika dikelola secara profesional, inovatif dan berkelanjutan, BUMD dapat menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru Maluku. Bukan hanya memberikan kontribusi terhadap PAD, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat UMKM, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan optimisme baru bagi masa depan ekonomi Maluku.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan BUMD bukan semata-mata dari berdirinya perusahaan tersebut, tetapi dari seberapa besar manfaat ekonomi yang dapat diciptakan untuk masyarakat Maluku.

Jika manfaat itu semakin besar, maka lima BUMD baru dapat menjadi bagian penting dari perjalanan Maluku menuju ekonomi daerah yang semakin kuat, mandiri dan berdaya saing.

Oleh : Rimbo Bugis (Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *