SBB, BABETO.ID – Anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), fraksi Partai Demokrat, Andi Nur Akbar jelaskan tentang alasan kemungkinan pembatalan Proyek Strategis Maluku Integrated Port (MIP) di Waisarisa.
“Persyaratan Utama yaitu adanya aktifitas Cargo Udara, makanya SBB gugur,” kata Andi Nur Akbar, via WhatsApp, pada Minggu (1/2/2026).
Ia sempat menjelaskan tentang alasan pertama Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa sampai ke Jepang karna melihat bekas Perusahaan PT. Jayanti yang sudah bersertifikat. Karna untuk mengantisipasi tidak terjadi penolakan seperti di Ujung Batu, Negeri Liang, Maluku Tengah.
Alasan Gubernur Hendrik yang kedua membawa Bupati SBB Asri Arman ke Jepang agar memperkuat argument bahwa adanya kesiapan tanah di salah satu Kabupaten yang ada di Maluku dan Kabupaten yang siap adalah SBB.
Kader Partai Demokrat itu juga mengatakan akan mengajak rekan-rekan DPRD yang lain untuk membicarakan permasalahan Proyek Strategis MIP tersebut.
“Kan selama ini blom ada masalah secara signifikan darj masyarakat. Intinya DPRD SBB mendukung pemerintah Daerah (Kabupaten SBB) dan Provinsi (Maluku),” ujarnya.
Lanjut dia bahwa, selama ini mereka baru membicarakan titik Pelabuhan yang di rencanakan. Pemerintah Daerah dan Provinsi belum pernah meminta apapun ke Daerah.
“Tohh kemarin Pak Gub (Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa) meminta Bupati (Asri Arman) dampingi beliau ke Jepang itu karna bentuk kesiapan SBB menerima pelabuhan tersebut,” tuturnya.***














Komentar