AMBON, BABETO.ID – Polemik terkait Sersan Kepala (Serka) La Rahimu, pengawal pribadi (Walpri) Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, perlu dilihat secara jernih dan tidak hanya dari satu sisi.
Dalam tugas pengamanan, seorang Walpri memiliki tanggung jawab utama memastikan keselamatan pejabat yang dikawalnya. Karena itu, kewaspadaan terhadap setiap orang yang mendekat, terutama dalam situasi demonstrasi, merupakan bagian dari prinsip pengamanan.
Ada prinsip deteksi dini dan pencegahan dini dalam pengawalan. Artinya, potensi ancaman harus diantisipasi sebelum terjadi. Petugas tidak mungkin menunggu sampai sebuah ancaman benar-benar terjadi baru mengambil tindakan.
Kita memang bisa memperdebatkan ucapan yang dianggap kurang pantas. Namun, kita juga harus melihat situasi dan tekanan yang dihadapi seorang pengawal ketika bertugas.
Bayangkan jika benda yang dibawa seorang demonstran bukan hanya surat, tetapi ternyata terdapat sesuatu yang membahayakan pejabat. Jika pengawal lengah dan terjadi sesuatu, siapa yang pertama kali akan dipertanyakan? Tentu petugas pengamanan.
Karena itu, kewaspadaan jangan langsung dianggap sebagai tindakan berlebihan. Tetapi di sisi lain, pengamanan juga harus tetap profesional, humanis dan proporsional serta sesuai aturan hukum.
Masyarakat memiliki hak menyampaikan aspirasi, sementara pengawal memiliki kewajiban memastikan keselamatan pejabat. Keduanya harus berjalan seimbang.
Jika ada ucapan Serka La Rahimu yang dinilai tidak tepat, tentu dapat menjadi bahan evaluasi. Namun, jangan kemudian seluruh tugas dan tanggung jawabnya diabaikan hanya karena satu ucapan.
Kita benar menurut sudut pandang kita, belum tentu orang lain sepenuhnya salah.
Mari melihat persoalan ini secara adil. Jangan menghakimi Walpri Gubernur Maluku hanya dari apa yang terlihat dan terdengar, tetapi pahami pula tanggung jawab besar yang berada di balik tugas pengawalan.
Oleh karena itu, kritik boleh, evaluasi perlu, tetapi menghakimi tanpa memahami konteks bukanlah solusi.***
Oleh: Rimbo Bugis (Ketua Pemuda Muhammadiyah Maluku)














Komentar