JAKARTA, BABETO.ID – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa membuka peluang kerja sama investasi dengan pelaku usaha dari Asia, Afrika, dan Timur Tengah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mempercepat pembangunan di Provinsi Maluku.
Hal tersebut disampaikan Hendrik saat menghadiri forum internasional AAMECC Indonesia bertajuk “Harmony Indonesia” yang berlangsung di ARTotel Living World Kita Wisata Cibubur, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Dalam forum tersebut, Hendrik memaparkan sejumlah potensi strategis Maluku kepada para investor. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah siap membangun kerja sama dengan mitra internasional dengan harapan investasi yang masuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurut Hendrik, karakter Maluku sebagai daerah kepulauan justru menjadi kekuatan untuk mengembangkan ekonomi berbasis kelautan. Dengan 1.422 pulau dan wilayah sekitar 712.498 kilometer persegi, pembangunan ekonomi biru menjadi salah satu fokus penting pemerintah daerah.
“Investasi yang kami harapkan bukan hanya membawa modal, tetapi juga teknologi, akses pasar, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kapasitas masyarakat,” ujar Hendrik.
Sejumlah proyek strategis juga disiapkan sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi Maluku, antara lain pengembangan Blok Masela, Maluku Integrated Logistics Hub (MILH), pariwisata Banda, Bendungan Way Apu serta hilirisasi komoditas pala dan kelapa.
Empat sektor unggulan yang ditawarkan kepada investor
Dalam forum tersebut, Hendrik menawarkan sejumlah sektor potensial yang dapat dikembangkan bersama investor internasional, yakni:
1. Kelautan dan perikanan
Maluku memiliki potensi perikanan yang besar karena berada pada Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 714, 715 dan 718.
Komoditas tuna, cakalang dan tongkol menjadi salah satu kekuatan utama daerah. Peluang investasi juga terbuka untuk budidaya laut, industri pengolahan, cold storage, pengalengan dan penguatan rantai dingin.
2. Pertanian dan perkebunan modern
Pemerintah daerah mendorong pengembangan komoditas unggulan seperti pala, cengkeh, kelapa, kakao dan sagu.
Pengembangan diarahkan pada peningkatan nilai tambah melalui standardisasi, pengemasan, branding dan pengolahan produk sehingga komoditas Maluku mampu memiliki daya saing lebih tinggi di pasar nasional maupun internasional.
3. Pariwisata berkelanjutan
Maluku memiliki sejumlah destinasi wisata yang memiliki daya tarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara, seperti Banda Neira, Kepulauan Kei, Pantai Ngurbloat, Ngurtafur dan Pulau Bair.
Investasi dapat diarahkan pada pembangunan akomodasi, homestay, transportasi, ekonomi kreatif serta pengelolaan kawasan wisata dan konservasi secara berkelanjutan.
4. Energi terbarukan
Karakter kepulauan membuat Maluku memiliki peluang untuk mengembangkan sumber energi yang sesuai dengan kondisi geografis masing-masing wilayah.
Investor ditawarkan peluang pengembangan tenaga surya, angin, hidro, mikrohidro, biomassa, panas bumi hingga energi gelombang laut.
Konektivitas terus diperkuat
Untuk mendukung masuknya investasi, konektivitas maritim dan udara juga menjadi perhatian pemerintah daerah.
Jaringan transportasi Maluku didukung 68 pelabuhan laut dan 13 bandar udara yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Hendrik menilai jarak antarpulau tidak boleh menjadi alasan terhambatnya aktivitas ekonomi. Sebaliknya, konektivitas harus menjadi jembatan yang menghubungkan pusat-pusat produksi, perdagangan dan investasi di berbagai wilayah Maluku.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah menginginkan kerja sama investasi yang memberikan dampak luas, bukan hanya terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami menginginkan investasi yang tidak hanya membawa modal, tetapi juga membawa teknologi, akses pasar, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kapasitas masyarakat,” tegas Hendrik.
Menurutnya, keterbukaan terhadap investor merupakan bagian dari upaya menjadikan potensi Maluku sebagai kekuatan ekonomi yang mampu memberikan nilai tambah bagi daerah.
“Dari Maluku, kami membuka pintu kerja sama bagi dunia. Mari datang, berinvestasi, dan tumbuh bersama masyarakat Maluku,” pungkasnya.***








Komentar