oleh

Gubernur Hendrik Bawa Harapan Baru, MILH Diproyeksikan Buka 5.000–6.000 Lapangan Kerja

AMBON, BABETO.ID – Maluku Integrated Logistic Hub (MILH) diproyeksikan menjadi salah satu penggerak baru perekonomian Maluku. Proyek strategis tersebut diperkirakan mampu menyerap sekitar 5.000 hingga 6.000 tenaga kerja.

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mengungkapkan hal tersebut saat dikonfirmasi pada Selasa (18/8/2026).

Menurut Hendrik, MILH tidak hanya dipandang sebagai pembangunan infrastruktur pelabuhan, tetapi juga sebagai kawasan yang dapat mendorong tumbuhnya berbagai aktivitas ekonomi baru di Maluku.

“Pembangunan infrastruktur pelabuhan dan kawasan ini akan menyerap tenaga kerja yang banyak. Ada sekitar 5.000 hingga 6.000 tenaga kerja baru yang diserap,” ujar Hendrik.

Ia menjelaskan, MILH nantinya diharapkan mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah. Kehadiran kawasan tersebut akan membuka peluang bagi masyarakat untuk bekerja sekaligus mendorong pertumbuhan usaha-usaha pendukung.

Hendrik menyebut, MILH dapat menjadi salah satu prime economic mover atau penggerak utama ekonomi Maluku, sebagaimana yang diharapkan dari pengembangan Blok Masela.

“Bagi Pemerintah Provinsi Maluku, Maluku Integrated Logistic Hub ini menjadi semacam penggerak utama ekonomi (prime economic mover), sama seperti Blok Masela,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan MILH akan memberikan peluang bagi berkembangnya berbagai sektor ekonomi, mulai dari perdagangan, jasa, transportasi, industri hingga usaha mikro, kecil dan menengah.

Dengan terbukanya lapangan kerja dalam jumlah besar, pemerintah berharap masyarakat Maluku dapat mengambil bagian secara langsung dalam aktivitas ekonomi yang lahir dari pengembangan kawasan tersebut.

Karena itu, kesiapan sumber daya manusia lokal menjadi hal penting. Pemerintah daerah diharapkan dapat mendorong peningkatan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja sehingga peluang yang tercipta dari proyek MILH dapat lebih banyak dinikmati masyarakat Maluku.

Selain tenaga kerja, pertumbuhan aktivitas ekonomi di sekitar MILH juga berpotensi meningkatkan perputaran uang di daerah. Pelaku usaha lokal dapat memperoleh peluang untuk menyediakan berbagai kebutuhan yang muncul seiring dengan berkembangnya kawasan tersebut.

Hendrik menegaskan, pembangunan MILH diharapkan menjadi bagian dari transformasi ekonomi Maluku. Pemerintah tidak ingin proyek tersebut hanya berdampak pada pembangunan fisik, tetapi harus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Maluku juga terus mendorong agar proses persiapan pembangunan MILH berjalan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan. Dukungan pemerintah pusat dan mitra pembangunan menjadi bagian penting dalam merealisasikan proyek tersebut.

Dengan proyeksi penyerapan 5.000 hingga 6.000 tenaga kerja, MILH diharapkan dapat menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi baru Maluku dan membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan serta meningkatkan pendapatan.

Jika MILH dan berbagai proyek strategis lainnya dapat terealisasi secara optimal, pemerintah optimistis Maluku memiliki sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru yang mampu mendorong daerah ini menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *