oleh

Ternyata Pemicu Awal Bentrok Matraman Berawal dari Krupuk, Bukan Nasi Uduk atau Knalpot Motor

-Berita, Hukum, Sosial-44 Dilihat

JAKARTA, BABETO.ID – Sebuah video yang beredar di media sosial menyebut pemicu awal bentrokan yang melibatkan sejumlah warga di kawasan Matraman, Jakarta, bukan disebabkan oleh persoalan nasi uduk atau suara knalpot motor, melainkan karena persoalan krupuk.

Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram Vazegri yang diunggah pada Selasa (28/7/2026).

Dalam video itu dijelaskan bahwa peristiwa bermula ketika seorang pembeli nasi uduk mengaku tidak diberikan krupuk oleh penjual. Pada saat yang sama, diduga ada Ambon sedang melintas dengan sepeda motor dengan kenalpot gebar-gebor.

Pembeli tersebut kemudian berteriak “Brisik”, karena kesal merasa belum menerima krupuk. Teriakan itu diduga disalahartikan oleh pengendara motor yang mengira dirinya sedang dibentak.

“Pada awalnya pembeli nasi uduk lupa diberi krupuk oleh penjual. Tiba-tiba ada Si Ambon ini melintas dengan motor gebar-gebor. Pembeli itu berteriak karena kesal tidak diberi krupuk,” demikian penjelasan dalam video yang diunggah akun tersebut.

Narasi video menyebut, pengendara motor Ambon kemudian menghampiri pembeli dan menanyakan alasan dirinya dibentak. Pembeli menjelaskan bahwa teriakannya ditujukan kepada penjual nasi uduk untuk meminta krupuk, bukan kepada pengendara.

Namun, pengendara Ambon itu disebut tidak menerima penjelasan tersebut dan kemudian memanggil sejumlah rekannya.

“Dia datang bertanya, ‘Kenapa kamu bentak saya?’ Pembeli menjawab bahwa dirinya berteriak meminta krupuk. Tetapi penjelasan itu tidak diterima oleh Si Ambon ini, lalu dia memanggil teman-temannya,” lanjut narasi video.

Setelah kembali ke lokasi bersama rekannya, mereka sempat menanyakan kepada penjual nasi uduk mengenai orang yang disebut telah membentak.

Penjual menjelaskan bahwa orang tersebut sudah tidak berada di tempat. Menurut narasi video, situasi kemudian memanas hingga berujung pada bentrokan.

Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai kronologi tersebut masih berdasarkan narasi yang beredar di media sosial dan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian yang membenarkan penyebab pasti terjadinya bentrokan.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *