oleh

Siswa di SMA Xaverius Ambon Sampai Kejang-kejang dan Dilarikan ke RS Buntut Kena Bullying Teman Sekolah

-Pendidikan-41 Dilihat

AMBON, BABETO.ID – Seorang siswa dengan inisial JK harus dilarikan ke rumah sakit buntut terkena dugaan bullying oleh empat teman (pelaku) di SMA Xaverius Ambon pada 8 Oktober, 2026.

‎Menurut keterangan korban yang disampaikan keluarga kepada media ini, Kamis, 15/10/2026 bahwa kejadian bermula dari kesalapahaman antara JK dan empat pelaku.

‎Keempat pelaku tersebut, tiga diantaranya laki-laki dan satu perempuan.

‎Keluargan korban mengatakan, ia disuruh memakan lemon bekas yang jatuh ditanah beserta kulit dan bijinya. Usai memakan lemon tersebut, korban kemudian di pukul dan ditendang hingga mengakibatkan korban mengalami pusing.

“3 pria itu datang dan membully saya  pas di depan kelas saya, persoalannya cuman karena salah paham saja tetapi mereka melakukan pembully dengan cara menyuruh saya ambil lemon bekas orang yang sudah di tanah dan suru saya memakannya lapis dengan kulit dan biji sehabis makan lemon itu mereka bertiga memukul saya dari belakang leher 2 kali dan menendang saya dari lutut. Sehabis itu saya merasa pusing, “ujar Caroline Miranda selaku keluarga korban.

‎Saat merasa pusing, kata Caroline, korban kemudian dilarikan ke rumah sakit Sumber Hidup. Namun karena tidak ada dokter saraf, korban lalu dibawa ke rumah sakit Latumeten yang disitulah korban mengalami kejang-kejang dan tisak sadarkan diri.

‎‎”Habis itu ke rumah sakit Sumber Hidup (GPM) tetapi karena tidak ada dokter saraf di rumah sakit tersebut, keluarga saya membawa lari ke rumah sakit II Latumeten sampai pada akhirnya kejang-kejang dan tidak sadarkan diri, “jelasnya.

‎Caroline juga menyayangkan bahwa dari pihak sekolah SMA Xaverius belum ada itikad baik terkait persoalan bullying yang dialami adiknya selaku korban.

Ia mendesak Dinas Pendidikan Provinsi harus segera turun tangan dan menindak pelaku bullying.

‎‎”Beta punya ade dapa pukul karena di bully masuk rumah sakit, sondor ada etiket baik dari sekolah. Katong minta Dinas Pendidikan turun usut dan tindak pelaku,”tandasnya. ***

‎

 

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *