AMBON, BABETO.ID – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Maluku menggelar diskusi publik bertajuk “Pemuda dan Kedaulatan Wilayah: Peran Generasi Muda dalam Mengawasi Kehadiran Warga Negara Asing (WNA) di Indonesia” secara virtual melalui Zoom Meeting, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Bidang Telekomunikasi dan Informatika PWPM Maluku ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya menjaga kedaulatan wilayah serta peran masyarakat dalam mengawasi keberadaan warga negara asing sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya perwakilan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon, Janny dan Elya Wahyu Utami, Kepala Dinas ESDM Provinsi Maluku Abdul Haris, serta akademisi Universitas Malikussaleh Aceh, Della Nurlaela.
Kegiatan tersebut diikuti pengurus PWPM Maluku, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah kabupaten/kota se-Maluku, serta peserta dari berbagai daerah.
Ketua PWPM Maluku, Rimbo Bugis, dalam sambutannya menegaskan bahwa pemuda memiliki posisi strategis dalam menjaga kedaulatan bangsa. Menurutnya, generasi muda perlu terlibat aktif dalam berbagai isu kebangsaan, termasuk pengawasan terhadap keberadaan WNA.
Ia berharap diskusi tersebut dapat memperluas wawasan peserta mengenai tugas dan fungsi pengawasan orang asing, sekaligus mendorong peran pemuda sebagai mitra pemerintah dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Para narasumber juga memaparkan berbagai aspek terkait regulasi keimigrasian, pengawasan orang asing, peluang investasi asing, hingga dampaknya terhadap pembangunan dan keamanan daerah.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan masukan dari peserta. Melalui kegiatan ini, PWPM Maluku berharap kesadaran dan kepedulian pemuda terhadap isu-isu strategis nasional semakin meningkat, khususnya yang berkaitan dengan kedaulatan wilayah dan kepentingan bangsa.***














Komentar