oleh

Bertumbuh dan Mengakar: 94 Tahun Pemuda Muhammadiyah di Maluku

AMBON, BABETO.ID – Di usianya yang ke-94 tahun, Pemuda Muhammadiyah terus menunjukkan eksistensinya sebagai kekuatan moral dan sosial yang tak hanya bertahan, tetapi juga berkembang di tengah dinamika zaman.

Lahir dari Kongres Muhammadiyah di Makassar pada 2 Mei 1932, organisasi ini sejak awal telah meletakkan fondasi perjuangan pada dakwah Islam yang berkemajuan—sebuah visi yang hingga kini tetap relevan.

Kehadiran Pemuda Muhammadiyah di Maluku bukan sekadar catatan sejarah, melainkan bagian dari perjalanan panjang pembentukan karakter umat dan bangsa.

Keterlibatan tokoh-tokoh muda asal Maluku dalam kongres awal, seperti Hamid bin Hamid dan rekan-rekannya, menandai bahwa sejak awal wilayah ini tidak berada di pinggiran gerakan, melainkan turut menjadi bagian penting dalam denyut nadi perjuangan.

Sebagai gerakan amar ma’ruf nahi munkar, Pemuda Muhammadiyah tidak hanya hadir dalam ruang-ruang dakwah normatif, tetapi juga aktif menjawab persoalan sosial yang nyata.

Dalam konteks Maluku yang plural dan sarat dengan tantangan pembangunan, peran ini menjadi semakin strategis. Upaya seperti peluncuran Madrasah Anti Korupsi, Sekolah Kader Negarawan, hingga program Pemuda Tani menunjukkan bahwa gerakan ini tidak terjebak pada romantisme sejarah, melainkan terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman.

Lebih dari itu, jejak historis keterlibatan kader-kader Pemuda Muhammadiyah dalam perjuangan politik kebangsaan—seperti melalui pendirian Partai Indonesia Merdeka (PIM)—menegaskan bahwa organisasi ini memiliki komitmen kuat terhadap keutuhan dan kemajuan bangsa.

Nilai-nilai kebangsaan yang diusung tidak bertentangan dengan semangat keislaman, justru saling menguatkan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menjelang satu abad kiprahnya di Maluku, Pemuda Muhammadiyah dihadapkan pada tantangan baru: bagaimana tetap relevan di tengah perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi yang begitu cepat.

Namun, dengan modal ideologi yang kokoh, tradisi kaderisasi yang kuat, serta komitmen terhadap pencerahan umat, organisasi ini memiliki peluang besar untuk terus menjadi motor penggerak perubahan.

Akhirnya, 94 tahun bukan sekadar angka, melainkan refleksi perjalanan panjang yang penuh makna. Pemuda Muhammadiyah di Maluku telah tumbuh dan mengakar, dan kini dituntut untuk terus berbuah—memberi manfaat nyata bagi umat, daerah, dan bangsa.***

Oleh : Ismail Borud (Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Maluku, Bidang Dakwah dan Kajian Keislaman)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *