AMBON, BABETO.ID – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Dr. Sarlota Singerin, S.Pd., M.Pd., langsung memprioritaskan pembenahan pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) usai dilantik.
Fokus tersebut diarahkan pada pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan, terutama di daerah kepulauan yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur, kekurangan tenaga pendidik, serta minimnya dukungan teknologi pembelajaran.
Singerin menegaskan, kebijakan pendidikan di Maluku harus disusun berdasarkan kondisi riil di lapangan, mengingat karakteristik wilayah yang berbeda dengan daerah lain.
“Program yang dijalankan harus menyentuh sekolah-sekolah di wilayah 3T dan menjawab kebutuhan nyata,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Sebagai langkah awal, Dinas Pendidikan akan melakukan pendataan ulang terhadap kondisi sekolah, mulai dari sarana-prasarana, kebutuhan guru hingga capaian pembelajaran. Hasil pemetaan itu akan menjadi dasar penyusunan program prioritas.
Selain itu, penataan distribusi guru juga menjadi perhatian. Peningkatan kompetensi tenaga pendidik melalui pelatihan berkelanjutan dan penguatan supervisi akademik akan dilakukan untuk mendorong kualitas pembelajaran yang lebih merata.
Di sisi lain, pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar mulai didorong secara bertahap guna mengatasi kendala jarak dan keterisolasian wilayah.
Singerin juga menekankan pentingnya dukungan lintas sektor dalam membenahi pendidikan di Maluku. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, legislatif dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci agar program berjalan efektif.
Dalam kepemimpinannya, ia memastikan pengelolaan anggaran dan program pendidikan dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Langkah cepat pasca pelantikan ini diharapkan mampu menekan kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah sekaligus memastikan seluruh anak di Maluku memperoleh layanan pendidikan yang setara.***











Komentar