LANGGUR, BABETO.ID — Pemerintah Provinsi Maluku bergerak cepat merespons konflik antarwarga yang terjadi di Ohoi Danar, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara. Insiden tersebut mengakibatkan korban jiwa, sejumlah warga mengalami luka-luka, serta kerusakan pada rumah dan fasilitas milik masyarakat.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, didampingi Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi terkini sekaligus memastikan langkah penanganan berjalan dengan baik.
Dalam keterangannya di lapangan, Gubernur mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia menegaskan pentingnya menjaga stabilitas keamanan di tengah situasi yang masih sensitif.
Menurutnya, penyelesaian konflik harus mengedepankan pendekatan persuasif melalui dialog dan musyawarah, dengan tetap menghormati nilai-nilai adat yang hidup di tengah masyarakat Kei. Di sisi lain, proses penegakan hukum tetap diserahkan sepenuhnya kepada aparat berwenang.
Gubernur juga menekankan bahwa menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, dan pemuda.
“Warga untuk tidak menyebarkan informasi yang berpotensi memperkeruh keadaan,” pinta Gubernur Hendrik.
Selain meninjau lokasi, rombongan pemerintah daerah juga memberikan perhatian kepada warga terdampak. Gubernur menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia serta menyatakan keprihatinan atas kerugian yang dialami masyarakat.
Pemerintah, lanjutnya, akan terus hadir dalam proses pemulihan hingga kondisi benar-benar kembali kondusif. Aparat keamanan pun diminta bertindak cepat, tegas, dan terukur guna mencegah meluasnya konflik.
Menutup kunjungan tersebut, Gubernur mengajak seluruh masyarakat Maluku untuk tetap menjaga persaudaraan serta menjunjung tinggi hukum adat sebagai fondasi hidup bersama di Bumi Raja-Raja.***














Komentar