THAILAND, BABETO.ID – Sebuah kreasi roti croissant dari Sai Wan Bake House di Thailand mendadak menjadi sorotan setelah bentuk topping pada produk tersebut dinilai menyerupai rambut kemaluan.
Foto dan video produk itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Bentuk topping yang dianggap tidak biasa tersebut memicu beragam reaksi, mulai dari komentar bernada kritik hingga anggapan bahwa kreasi itu merupakan bagian dari strategi pemasaran yang berani.
Dilansir dari akun TikTok MetClip, pada Minggu (27/9/2026), unggahan tersebut disertai keterangan yang mengkritik tampilan croissant tersebut.

“Miris banget, croissant yang berambut lengket dengan alat cukur, ini sangat tidak pantas dijadikan makanan,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.
Tampilan croissant itu kemudian memicu perdebatan di kalangan pengguna media sosial. Sebagian menilai bentuk tersebut terlalu vulgar untuk sebuah produk makanan, sementara lainnya melihatnya sebagai kreativitas yang sengaja dibuat untuk menarik perhatian publik.

Perdebatan tersebut menunjukkan bagaimana tampilan sebuah produk makanan dapat memengaruhi persepsi konsumen, terlebih ketika bentuk atau penyajiannya dianggap memiliki kemiripan dengan sesuatu yang dinilai tidak lazim untuk ditampilkan dalam konteks makanan.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti tujuan desain topping tersebut dibuat menyerupai bentuk yang menjadi perbincangan di media sosial.
Kontroversi pun terus berkembang seiring video dan foto produk tersebut dibagikan ulang oleh pengguna media sosial.***










Komentar