oleh

BBM dan LPG 3 Kg Langka di Sulsel, DPN PERMAHI Desak Pertamina Bergerak Cepat

-Berita, Hukum-42 Dilihat

JAKARTA, BABETO.ID – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) menyoroti sulitnya masyarakat memperoleh bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram (kg) di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.

Di Kota Makassar, antrean kendaraan dilaporkan terjadi di sejumlah SPBU, antara lain di kawasan Bontoala, Pettarani, Biringkanaya, Tamalanrea, hingga Tanjung Bunga.

Sementara itu, keluhan terkait LPG 3 kg juga muncul di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa. Masyarakat mengeluhkan sulitnya memperoleh pasokan serta adanya kenaikan harga di tingkat konsumen.

Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani karena BBM dan LPG merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan transportasi, kebutuhan rumah tangga, aktivitas UMKM, hingga perputaran perekonomian masyarakat.

Ketua Bidang Reformasi Hukum dan Legislasi DPN PERMAHI, Ridwan, S.H., mendesak Pertamina segera turun ke lapangan untuk memastikan kondisi distribusi secara menyeluruh.

“Kami tetap percaya kepada Pertamina dan meyakini Pertamina memiliki kapasitas untuk menyelesaikan persoalan ini. Namun, kepercayaan tersebut harus dijawab dengan tindakan cepat, transparan, dan solusi yang benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Ridwan.

Menurutnya, apabila stok dinyatakan aman sementara masyarakat masih mengalami antrean panjang dan kesulitan mendapatkan LPG 3 kg, maka perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap rantai distribusi.

“Kalau stok dinyatakan aman, tetapi masyarakat di lapangan masih kesulitan mendapatkan BBM dan LPG, berarti ada persoalan yang harus segera ditemukan. Jangan sampai ada kesenjangan antara data stok dengan kondisi riil yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.

DPN PERMAHI mendorong Pertamina memastikan persoalan tersebut secara langsung, mulai dari ketersediaan stok, distribusi ke SPBU dan pangkalan, penyaluran di tingkat agen, hingga potensi penyalahgunaan dalam rantai distribusi.

Ridwan menegaskan, DPN PERMAHI tetap memberikan kepercayaan kepada Pertamina untuk mengambil langkah terbaik dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kami percaya Pertamina mampu menyelesaikan persoalan ini. Karena itu, kami mendorong Pertamina bergerak cepat, terbuka, dan responsif,” tegasnya.

Kepercayaan masyarakat harus dijaga dengan memastikan BBM dan LPG tersedia, distribusinya tepat sasaran, dan masyarakat Sulawesi Selatan memperoleh kepastian.

DPN PERMAHI berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan sehingga masyarakat tidak lagi menghadapi antrean panjang, kesulitan memperoleh LPG 3 kg, maupun beban harga yang semakin berat.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *