AMBON, BABETO.ID – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, meminta seluruh pihak menghentikan kegaduhan di media sosial dan ruang publik menyusul polemik pernyataan Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, terkait “menipu rakyat”.
“Hentikan perseteruan kalian (Tim Relawan Lawamena) di media sosial,” tegas Hendrik saat memberikan sambutan pada acara Halal Bihalal Partai Gerindra Maluku, Selasa (7/4/2026).
Hendrik menegaskan bahwa hubungannya dengan Abdullah Vanath tetap baik dan berjalan normal, bahkan keduanya kerap berdiskusi dalam aktivitas pemerintahan sehari-hari.
“Kalian tidak tahu kalau beta (saya) dengan Abdullah Vanath di kantor biasa saja. Beta dengan Pak AV itu biasa saja,” ujarnya.
Ia juga menilai pernyataan Abdullah Vanath tersebut sebagai bentuk kekhilafan yang manusiawi.
“Saya juga bisa salah di luar sana, mungkin ada pernyataan saya yang menyinggung. Begitu juga Pak AV, itu hal biasa. Mungkin hilaf, karena kita manusia tidak luput dari salah dan khilaf,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Hendrik yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Maluku mengajak seluruh elemen untuk menjaga suasana kondusif, terutama dalam momentum Idulfitri.
Menurutnya, kegiatan Halal Bihalal bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antara struktur partai, kader, dan relawan.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh sinergi politik yang kuat serta dukungan masyarakat di tingkat akar rumput.
“Saudara-saudara sekalian adalah ujung tombak yang selama ini bekerja keras, tidak hanya dalam kontestasi politik, tetapi juga dalam mengawal program pemerintah agar benar-benar sampai ke masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Hendrik menekankan bahwa Halal Bihalal memiliki peran strategis sebagai ruang mempererat persaudaraan lintas suku, agama, dan golongan.
Di tengah tantangan modern yang kerap memicu persaingan sosial, ekonomi, hingga politik, ia mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai persaudaraan dalam bingkai ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah.***








Komentar