AMBON, BABETO.ID – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Maluku menilai pernyataan Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, soal kepemimpinan Lawamena yang disebut menipu rakyat Maluku dalam acara Halal Bihalal ICMI Maluku, terlalu jahat.
“Itu pernyataan yang sangat jahat. Tidak pantas diucapkan oleh seorang wakil gubernur,” kata Wakil Ketua PWPM Maluku Bidang Politik dan Kebijakan Publik, Wandri Makassar, via WhatsApp, Selasa (7/4/2026).
Ia menambahkan bahwa Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, tidak pernah menipu rakyat Maluku. Karena selama ini, menurut Pemuda Muhammadiyah, Gubernur Hendrik justru bersusah payah membangun Maluku.
“Yang buat rusuh kiri kanan itu justru Wakil Gubernur, bukan Gubernur. Lihat saja, Gubernur naik gunung, Wakil Gubernur joget-joget landoke. Gubernur bolak-balik Jakarta cari investasi ke Maluku, Wakil Gubernur membuat kegaduhan dengan katanya bagi-bagi jatah,” ujar Wandri.
Bagi Wandri, Wakil Gubernur Abdullah Vanath sudah keterlaluan, tidak memikirkan daerah yang sedang susah, malah ke mana-mana menebar kegaduhan.
“Dia tebar kegaduhan di mana-mana, bahkan sampai Gubernur yang harus menyelesaikan saat dia bilang orang Islam makan banyak dan lain-lain,” ungkapnya.
Wandri meminta agar Abdullah Vanath membuat pernyataan untuk mengundurkan diri dari jabatan Wakil Gubernur Maluku, agar bebas mengkritik pemerintahan, bukan berada di dalam pemerintahan seperti duri dalam daging.
“Jangan merasa seperti tokoh besar di Maluku kalau tidak memikirkan rakyat, malah membuat gaduh. Baiknya Wakil Gubernur fokus ikut pesta joget saja di mana-mana biar hati senang. Jangan stres lalu bicara liar ke mana-mana,” pintanya.***








Komentar