oleh

Wakil Rektor UM Maluku Sampaikan Lima Poin Ideologi Muhammadiyah Maluku Dalam BAM PWPM Maluku

-Berita-658 Dilihat

AMBON, BABETO.ID – Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku, Dr.Andi Thamrin, M.Si menyatakan bahwa Ideologi Muhammadiyah adalah sistem keyakinan, cita – cita dan perjuangan yang menjadi pedoman bagi seluruh anggota organisasi dalam mewujudkan Islam yang benar – benarnya.

Hal ini disampaikan Dr. Andi Thamrin dalam Baitul Arqom Madya Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku di Hotel Lei Green Ambon, Minggu (11/01/2026).

Andi sebut ada lima poin utama yang membentuk ideologi Muhammadiyah adalah;

1. Landasan dan dokumen utama, ideologi 1. Landasan dan Dokumen Utama

Ideologi ini tidak terpusat pada satu buku tunggal, melainkan tersebar dalam beberapa dokumen resmi organisasi:

Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah (MADM): Berisi 7 pokok pikiran tentang ketauhidan, kehidupan bermasyarakat, dan ketaatan pada hukum Allah.

Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah (MKCH): Pernyataan ideologis fundamental yang menjadi pedoman moral dan gerakan.

Kepribadian Muhammadiyah: Sifat-sifat dasar yang harus dimiliki warga Muhammadiyah, seperti beramal saleh, memperbanyak kawan, dan lapang dada.

Khittah Perjuangan: Garis besar perjuangan organisasi dalam menghadapi dinamika sosial dan politik.

2. Prinsip Gerakan

Ideologi ini dioperasikan melalui tiga pilar utama:

Gerakan Dakwah: Mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran (amar ma’ruf nahi munkar).

Gerakan Pemurnian (Tajdid): Memurnikan akidah dari

syirik serta ibadah dari bid’ah, agar kembali sesuai ajaran murni Rasulullah.

Gerakan Pembaruan: Mengembangkan pemikiran dan amal nyata yang modern serta relevan dengan

3. Karakter Keagamaan

Islam Berkemajuan: Paham keagamaan yang moderat (wasathiyah), toleran, serta berorientasi pada kemanusiaan dan kesejahteraan global.

Manhaj Tarjih: Muhammadiyah tidak terikat pada satu mazhab tertentu, melainkan menggunakan metodologi ijtihad (Tarjih) untuk menjawab tantangan zaman berdasarkan dalil yang paling kuat.

4. Pandangan Bernegara

Muhammadiyah memandang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai Darul Ahdi wa Syahadah (Negara Kesepakatan dan Kesaksian). Pancasila dianggap sebagai ideologi negara yang sejalan dengan nilai-nilai Islam dalam mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan diridhai Allah (Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur).

Sementara itu, Akademisi Universitas Pattimura Ambon yang juga Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku, Prof.Dr. La Ode Angga., MH menjalaskan bahwa, Nabi Muhammad SAW memiliki tiga prinsip utama dalam kehidupan.

Pertama, Aqidah keyakinan yang kokoh dan terikat kuat di hati berdasarkan Al-Quran dan sunah yang menjadi dasar seluruh amalan ibadah dan akhlak dengan penekanan kepada tauhid murni (Allah itu esa tidak ada sekutu baginya).

Kedua, ibadah mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ketaatan mutlak pada perintahnya dan menjauhi larangan-nya.

Ketiga, Akhlak adalah mulia yang didasarkan pada Al-Quran dan sunah mencakup sifat sidiq, amanah dan fathana.

Kata Angga, dalam pandangan Muhammadiyah, aqidah, ibadah dan akhlak merupakan kesatuan ajaran Islam yang utuh dan tidak dapat dipisah – pisahkan satu dengan yang lainnya.

Prinsip utama aqidah adalah pertama sumber murni, kedua, penegakan tauhid dan tiga tidak terjebak pada perdebatan.

Prinsip ibadah yakni tauhid, tanpa perantara dan mengikuti tuntunan.

Karena prinsip dasar akhlak adalah berdasarkan Al-Quran dan sunah, bersifat terpuji dan meneladani Nabi Muhammad SAW.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *