JAKARTA, BABETO.ID – Timnas Spanyol pernah mengalami masa sulit pada era 1980-an hingga 1990-an. Saat itu, La Furia Roja beberapa kali gagal menunjukkan konsistensi di ajang besar seperti Piala Eropa (Euro) dan Piala Dunia.
Dilansir pada Minggu (26/7/2026) dari akun TikTok PUNDIT FUTBALL, Coach Justinus Lhaksana menyebut kebangkitan sepak bola Spanyol tidak lepas dari pengaruh perubahan yang terjadi di Barcelona sejak kedatangan Johan Cruyff.
Menurut Coach Justinus, sebelum era tersebut Spanyol kerap terseok-seok di berbagai kompetisi internasional.
Namun, perubahan filosofi permainan yang diterapkan Johan Cruyff di Barcelona kemudian menjadi inspirasi bagi perkembangan sepak bola Spanyol.
“Spanyol tahun 80–90 itu terseok-seok terus sampai Johan Cruyff masuk ke Barcelona. Dominasi Barcelona kemudian ditiru oleh Spanyol, dan puncaknya pada 2010 ketika mereka menjadi juara dunia,” ujar Coach Justinus.
Ia juga menilai kontribusi Barcelona terhadap Timnas Spanyol sangat besar karena banyak pemain yang menjadi tulang punggung tim nasional berasal dari klub tersebut.
Meski demikian, pernyataan tersebut memunculkan beragam tanggapan dari warganet. Salah satunya datang dari akun TikTok @KEAN 𝙆𝙕𝙃 yang menilai kebangkitan Spanyol sebenarnya mulai terlihat sejak menjuarai Piala Eropa 2008.
“Spain mulai bagus 2008 juara Euro. Pelatihnya Luis Aragonés, pemainnya direvolusi, tidak didominasi Madrid maupun Barca,” tulis akun tersebut.
Perdebatan mengenai faktor utama kebangkitan Timnas Spanyol masih terus menjadi pembahasan di kalangan pencinta sepak bola.
Sebagian menilai filosofi Barcelona menjadi fondasi keberhasilan, sementara yang lain berpendapat keberhasilan Spanyol merupakan hasil kombinasi pembinaan pemain, pergantian generasi, serta kepemimpinan pelatih yang tepat.***














Komentar