ARGENTINA, BABETO.ID – Keputusan Ángel Di María mengakhiri karier internasionalnya kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola. Banyak yang menilai kehadiran Di María memiliki peran penting dalam berbagai kesuksesan yang diraih Lionel Messi bersama Tim Nasional Argentina.
Dilansir dari akun TikTok Ruang Kosong pada Senin (20/7/2026), muncul narasi yang menyebut bahwa tanpa Ángel Di María, Lionel Messi belum mampu membawa Argentina meraih gelar juara di level tim nasional.
Perdebatan itu kembali mencuat setelah Argentina gagal mempertahankan gelar Piala Dunia 2026. Pada partai final, Albiceleste harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor 0-1 sehingga hanya mampu mengakhiri turnamen sebagai runner-up.
Sepanjang turnamen, Messi tetap tampil impresif sebagai kapten dan menjadi salah satu pemain kunci Argentina.
Namun, kegagalan di laga final membuat banyak pihak kembali membandingkan era saat Messi bermain bersama Di María dengan periode setelah sang winger pensiun dari tim nasional.
Secara historis, Di María memang memiliki kontribusi besar dalam sejumlah momen penting Argentina.
Ia mencetak gol tunggal kemenangan saat mengalahkan Brasil pada final Copa América 2021, kemudian kembali mencatatkan namanya di papan skor ketika Argentina menaklukkan Italia pada Finalissima 2022.
Di María juga mencetak gol pada final Piala Dunia 2022 saat Argentina mengalahkan Prancis melalui drama adu penalti.
Kolaborasi Messi dan Di María selama lebih dari satu dekade menjadi salah satu duet paling sukses dalam sejarah sepak bola Argentina.
Bersama-sama mereka mempersembahkan berbagai gelar bergengsi, di antaranya Copa América 2021, Finalissima 2022, Piala Dunia 2022, serta Copa América 2024.
Di sisi lain, sejumlah penggemar menyoroti bahwa dalam beberapa turnamen besar ketika Di María tidak dapat tampil penuh atau tidak lagi menjadi bagian dari skuad, Argentina gagal meraih gelar.
Contohnya adalah final Piala Dunia 2014 di Brasil, Piala Dunia 2018 di Rusia yang berakhir di babak 16 besar, serta Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat yang berujung kekalahan di partai final.***









Komentar