SORONG, BABETO.ID – Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 806 Inyomusi bersama Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin) terus mendorong penguatan ketahanan pangan melalui kegiatan pertanian di SP-2, Kelurahan Mariai, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong.
Kegiatan panen padi yang dilaksanakan pada 9 September 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya pemanfaatan lahan pertanian sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendukung ketersediaan pangan di wilayah Kabupaten Sorong.
Akademisi Fakultas Pertanian Unamin, Dr. Ajang Maruapey, SP., MP. hadir langsung di lokasi dan memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.
Menurutnya, pembangunan sektor pertanian membutuhkan keterpaduan antara ilmu pengetahuan, inovasi, penelitian, dan pelaksanaan di lapangan.
”Ketahanan pangan bukan sekadar angka atau wacana di atas kertas. Setiap butir beras yang kita panen hari ini adalah penyambung hidup dan pondasi masa depan kita bersama,” ujar Maruapey.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi terhadap pembangunan pertanian melalui penerapan hasil kajian dan penelitian.
”Kolaborasi dengan TNI dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat pengembangan pertanian berbasis potensi lokal, ” ucapnya.
Maruapey juga menyampaikan harapan agar kerja sama tersebut dapat terus ditingkatkan sehingga Kabupaten Sorong memiliki sistem ketahanan pangan yang semakin kuat dan berkelanjutan.
Sementara itu, Perwira Yonif TP 806 Inyomusi, Letnan Dua Inf. Andi Haeruddin Yakup, menyampaikan bahwa hasil panen kali ini merupakan capaian yang patut diapresiasi mengingat pada musim kemarau sebelumnya lahan sempat mengalami kegagalan panen.
”Musim kemarau lalu kita sempat gagal panen. Namun semangat tidak luntur. Berkat antusiasme dan kerja keras seluruh personel, alhamdulillah hasil kali ini sangat lumayan,” ungkapnya.
Panen kata Andi, dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan personel lapangan serta unsur terkait. Andi juga menyampaikan apresiasi atas dukungan akademisi Unamin yang secara aktif mengunjungi dan memberikan perhatian terhadap kegiatan pertanian di lapangan.
Ke depan, ditambahkannya, pihaknya berharap keterlibatan perguruan tinggi dan mahasiswa dapat semakin ditingkatkan sebagai bagian dari upaya bersama membangun ketahanan pangan di Tanah Papua, khususnya Kabupaten Sorong.
Selain itu, Koordinator lapangan, Serda Muhammad Wahid, menambahkan bahwa kegiatan pertanian tersebut sekaligus dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi generasi muda. Sejumlah siswa SMP Cinta Kasih dan mahasiswa dari perguruan tinggi, antara lain Unamin Sorong dan Unimuda Aimas, diberikan kesempatan mengenal kegiatan pertanian secara langsung.
”Kami tidak hanya menjadi koordinator, tetapi juga bekerja langsung di lahan. Adik-adik siswa dan mahasiswa kami ajak mengenal cara bertani serta memahami pentingnya ketahanan pangan sejak dini,” jelasnya.
Kegiatan tersebut mencerminkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung program ketahanan pangan. Melalui kerja sama yang berkelanjutan antara TNI, akademisi, masyarakat, serta generasi muda, pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Sorong diharapkan semakin produktif dan mampu memberikan kontribusi terhadap ketersediaan pangan di wilayah Papua. ***










Komentar