oleh

Sekda Maluku Tekankan Perencanaan Berbasis Data di Workshop Tata Kelola Dinkes

AMBON, BABETO.ID – Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ir. Sadali Ie, resmi membuka Workshop Tata Kelola Dinas Kesehatan bertema Analisis Situasi dan Proses Penyusunan Rencana Kerja, yang digelar di Ambon, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Biro Perencanaan Kementerian Kesehatan RI dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, serta dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan Kemenkes, akademisi, hingga jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Maluku.

Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa workshop ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian penting dalam memperkuat arah pembangunan sektor kesehatan di Maluku.

Menurutnya, perencanaan yang baik harus diawali dengan analisis situasi yang akurat dan menyeluruh.

Hal ini mencakup berbagai persoalan mendasar seperti ketimpangan layanan kesehatan antarwilayah, tingginya angka penyakit, stunting, kesehatan ibu dan anak, hingga keterbatasan tenaga medis.

“Data yang digunakan harus valid, mutakhir, dan terintegrasi. Analisis juga harus tajam agar akar masalah bisa diidentifikasi dengan tepat,” tegasnya.

Selain itu, Sekda mengingatkan bahwa penyusunan Rencana Kerja (Renja) harus berorientasi pada hasil nyata (outcome), bukan hanya sebatas output kegiatan.

Ia menekankan pentingnya keselarasan Renja dengan RPJMD serta visi pembangunan daerah menuju Maluku yang maju, adil, dan sejahtera dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan kalangan akademisi, khususnya Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, dalam memperkuat kapasitas kelembagaan dan tata kelola program kesehatan.

“Kerja sama ini harus dimanfaatkan sebagai ruang transfer pengetahuan sekaligus pembenahan sistem, bukan sekadar pendampingan biasa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sekda menilai pembangunan kesehatan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan sinergi dengan berbagai pihak agar program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan berdampak bagi masyarakat.

Menutup arahannya, ia mengingatkan seluruh peserta untuk mengikuti workshop secara serius dan menjadikannya sebagai momentum perbaikan dalam menyusun perencanaan yang lebih efektif, terarah, dan berkualitas.

Workshop ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas perencanaan pembangunan kesehatan di Maluku, sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan yang merata di seluruh wilayah.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *