oleh

Pendeta John Ruhulessin Bela Jusuf Kalla soal ‘Syahid’, Minta Publik Lihat Konteks Sejarah

AMBON, BABETO.ID – Polemik pernyataan “mati syahid” yang disampaikan oleh Jusuf Kalla terus menuai respons. Kali ini, dukungan datang dari Pendeta John Ruhulessin yang menilai pernyataan tersebut tidak bisa dipahami secara sempit.

Dilamsir dari akun tiktok, Anwar Suryana Tjiat, pada Jumaat (17/4/2026), Ruhulessin menegaskan, ucapan Jusuf Kalla harus dilihat dalam konteks sejarah, khususnya saat konflik sosial yang pernah terjadi di Maluku dan Poso.

Menurutnya, situasi saat itu sangat kompleks dan penuh tekanan, sehingga setiap pernyataan memiliki latar belakang tertentu.

Ia juga menanggapi laporan dugaan penistaan agama terhadap Jusuf Kalla yang dilayangkan oleh sejumlah organisasi kepemudaan Kristen ke Polda Metro Jaya.

Ruhulessin menilai, langkah tersebut seharusnya tidak terburu-buru tanpa memahami konteks yang lebih luas.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Jusuf Kalla memiliki peran besar dalam proses perdamaian di Maluku, termasuk melalui Perjanjian Malino II yang menjadi tonggak penting dalam meredam konflik.

“Perlu diingat, beliau adalah bagian dari solusi saat konflik terjadi. Jadi, pernyataannya harus dilihat secara utuh, bukan dipotong-potong,” tegas Ruhulessin.

Ia pun mengajak semua pihak untuk menahan diri dan tidak memperkeruh suasana dengan tafsir yang bisa memicu perpecahan, serta tetap menjaga semangat toleransi dan persaudaraan antarumat beragama.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *