oleh

Sadali Ie, Perjalanan Birokrat yang Menembus Ruang Pemerintahan dan Organisasi Masyarakat

-Opini-50 Dilihat

Oleh : Rian Abdullah (Ketua Tita Nusa Pemuda)

AMBON, BABETO.ID – Perjalanan karier Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU merupakan salah satu perjalanan birokrat Maluku yang menarik untuk dicermati. Dari birokrasi pemerintahan, dipercaya menjadi Penjabat Gubernur Maluku, kemudian kembali menjalankan tugas sebagai Sekretaris Daerah, Sadali juga aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan.

Saat ini Sadali Ie dipercaya sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Maluku. Posisi tersebut menempatkannya sebagai salah satu figur penting dalam menggerakkan roda pemerintahan daerah, terutama dalam koordinasi antara organisasi perangkat daerah dan pelaksanaan kebijakan pemerintah provinsi.

Perjalanan menuju posisi tersebut tidak berlangsung singkat. Sadali sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku dan kemudian dipercaya menjalankan tugas sebagai Plt Sekda sebelum akhirnya dilantik sebagai Sekda definitif pada Desember 2022.

Kariernya kemudian memasuki fase penting pada 2024 ketika Sadali dipercaya menjadi Penjabat Gubernur Maluku. Ia dilantik Menteri Dalam Negeri pada April 2024 untuk menjalankan roda pemerintahan Maluku dalam masa transisi.

Menjadi Pj Gubernur tentu memberikan pengalaman berbeda. Seorang Sekda berada pada pusat koordinasi birokrasi, sementara seorang gubernur memiliki tanggung jawab yang lebih luas dalam memastikan seluruh aspek pemerintahan daerah berjalan.

Setelah menyelesaikan tugas sebagai Pj Gubernur, Sadali kembali menjalankan tugas sebagai Sekda. Pengalaman tersebut dapat menjadi modal penting karena ia pernah melihat pemerintahan dari dua sisi, yakni sebagai pengendali administrasi birokrasi dan sebagai pemimpin pemerintahan provinsi.

Namun, perjalanan Sadali Ie tidak hanya berada di dalam struktur pemerintahan.

Ia juga dikenal memiliki keterlibatan dalam organisasi kemasyarakatan. Sadali Ie merupakan salah satu pimpinan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Maluku.

Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa ruang pengabdiannya tidak hanya berada di kantor pemerintahan, tetapi juga bersentuhan dengan kehidupan organisasi dan masyarakat.

Muhammadiyah sendiri memiliki sejarah panjang dalam bidang pendidikan, sosial, keagamaan dan pemberdayaan masyarakat. Berada dalam lingkungan organisasi tersebut memberikan ruang bagi seorang birokrat untuk memahami persoalan masyarakat dari perspektif yang lebih luas.

Selain Muhammadiyah, Sadali Ie juga dipercaya memimpin Dewan Masjid Indonesia (DMI) Maluku. Ia menjabat sebagai Ketua Pengurus Wilayah DMI Maluku periode 2023–2028.

Kiprah tersebut memperlihatkan bahwa Sadali memiliki pengalaman dalam ruang pemerintahan sekaligus organisasi sosial-keagamaan.

Di bidang alumni dan pendidikan tinggi, Sadali juga dipercaya menjadi Ketua Umum DPP Ikatan Alumni Universitas Pattimura (IKAPATTI) periode 2025–2029.

Posisi tersebut semakin memperluas ruang kepemimpinannya. Jika birokrasi berkaitan dengan pemerintahan, Muhammadiyah dan DMI bersentuhan dengan kehidupan masyarakat, maka IKAPATTI membuka ruang kolaborasi dengan dunia pendidikan, alumni, pemerintah dan berbagai sektor pembangunan.

Jika seluruh perjalanan tersebut dilihat secara utuh, Sadali Ie memiliki pengalaman pada beberapa ruang kepemimpinan sekaligus.

Ia adalah birokrat yang pernah memimpin organisasi perangkat daerah. Ia menjadi Sekda Maluku, bahkan menjadi Sekjen Sekda se Indonesia. Ia pernah dipercaya sebagai Pj Gubernur Maluku.

Di luar pemerintahan, ia menjadi salah satu pimpinan PWM Maluku, memimpin DMI Maluku dan dipercaya sebagai Ketua Umum DPP IKAPATTI.

Tentu, banyaknya pengalaman kepemimpinan tersebut membawa ekspektasi besar.

Publik tidak hanya ingin melihat berapa banyak jabatan yang pernah diemban, tetapi juga bagaimana pengalaman tersebut menghasilkan kontribusi nyata bagi Maluku.

Tantangan Sadali Ie ke depan.

Pengalaman panjang di pemerintahan mampu diterjemahkan menjadi birokrasi yang efektif. Pengalaman di organisasi kemasyarakatan dapat memperkuat hubungan pemerintah dengan masyarakat.

Sementara pengalaman di dunia alumni dan pendidikan dapat membantu membangun sumber daya manusia Maluku.

Persoalan konektivitas, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, pengelolaan sumber daya alam dan pembangunan antarpulau membutuhkan koordinasi yang kuat.

Sadali Ie memiliki pengalaman yang relatif lengkap untuk melihat persoalan tersebut dari berbagai perspektif.

Ia pernah berada di dalam birokrasi, pernah memimpin pemerintahan sebagai Pj Gubernur, sekaligus memiliki pengalaman dalam organisasi kemasyarakatan dan alumni perguruan tinggi.

Karena itu, perjalanan Sadali Ie tidak semestinya hanya dibaca sebagai perjalanan mengejar jabatan.

Lebih dari itu, perjalanan tersebut merupakan proses panjang membangun pengalaman, jaringan dan kapasitas kepemimpinan.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang pejabat bukan terletak pada panjangnya daftar jabatan yang pernah diduduki.

Ukuran yang lebih penting adalah seberapa jauh pengalaman tersebut mampu diubah menjadi kerja nyata dan manfaat bagi masyarakat.

Sadali Ie kini berada pada posisi strategis untuk membuktikan hal tersebut.

Dengan pengalaman sebagai birokrat, mantan Pj Gubernur, salah satu pimpinan PWM Maluku, Ketua DMI Maluku dan Ketua Umum DPP IKAPATTI, publik tentu berharap seluruh pengalaman itu dapat menjadi kekuatan untuk memperkuat pemerintahan dan memberikan kontribusi besar bagi pembangunan Maluku.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *