PANDEGLANG, BABETO.ID — Momentum Hari Lahir Kabupaten Pandeglang dinilai tidak boleh sekadar menjadi seremoni tahunan. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP Syekh Manshur menegaskan peringatan tersebut harus dijadikan ruang evaluasi terhadap capaian pembangunan daerah.
Ketua BEM STKIP Syekh Manshur, Komarudin , mengatakan masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang belum ditangani secara optimal oleh pemerintah daerah.
“Momentum hari lahir ini seharusnya menjadi bahan refleksi bersama, bukan hanya perayaan seremonial. Kami melihat masih banyak persoalan mendasar yang belum terselesaikan secara konkret,” ujar Komarudin dalam keterangannya.
Ia menyoroti sektor infrastruktur yang dinilai masih timpang, terutama di wilayah pedesaan. Sejumlah daerah disebut belum memiliki akses jalan yang layak, sehingga berdampak pada mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Selain itu, sektor pendidikan juga menjadi perhatian. BEM menilai pemerataan fasilitas pendidikan masih belum optimal, ditandai dengan keterbatasan sarana dan prasarana serta distribusi tenaga pendidik yang belum merata.
“Pendidikan adalah fondasi utama pembangunan. Ketika akses dan kualitasnya belum merata, maka ketimpangan akan terus terjadi,” kata dia.
Pada sektor kesehatan, Komarudin menilai akses layanan medis masih menjadi kendala, khususnya di daerah terpencil. Keterbatasan fasilitas kesehatan disebut memperburuk kondisi tersebut.
Persoalan penerangan jalan umum (PJU) juga tak luput dari sorotan. Ia menyebut masih banyak ruas jalan yang minim penerangan, terutama di wilayah pedesaan dan jalur penghubung antar kecamatan.
“Ini bukan hanya soal fasilitas, tetapi menyangkut keamanan masyarakat. Minimnya penerangan meningkatkan risiko kecelakaan dan tindak kriminal,” ujarnya.
Lebih lanjut, Komarudin juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan daerah.
“Pemerintah daerah harus membuka ruang partisipasi publik seluas-luasnya serta memastikan setiap kebijakan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Melalui momentum hari jadi daerah, BEM STKIP Syekh Manshur mendesak pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan menghadirkan kebijakan yang solutif.
“Sebagai mahasiswa, kami akan terus mengawal kebijakan publik dan menjadi mitra kritis pemerintah demi terwujudnya Pandeglang yang lebih maju, adil, dan sejahtera,” tutup Komarudin. ***














Komentar