JAKARTA, BABETO.ID – Pergerakan Pelajar Maluku (PPM) menilai isu yang menyebut Sekretaris Pribadi (Sespri) Gubernur Maluku, Abraham Corneles Gainau, membawa perempuan ke ruang protokol merupakan informasi yang tidak benar dan berpotensi menjadi fitnah.
Ketua PPM Bidang Komunikasi dan Propaganda Publik, Ibon Tarmon, meminta setiap pemberitaan maupun informasi yang disampaikan kepada publik harus memiliki sumber yang jelas serta didukung bukti yang dapat diverifikasi.
“Berita harus memiliki sumber yang dapat dipercaya, minimal bukti yang jelas atau keterangan yang meyakinkan, bukan seperti penyebar hoaks,” kata Ibon Tarmon, Senin (17/8/2026).
Ia menilai pemberitaan mengenai Abraham perlu disikapi secara serius apabila informasi yang disampaikan tidak berdasarkan fakta dan proses verifikasi yang memadai. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak terbukti kebenarannya dapat merugikan nama baik seseorang.
Ibon juga menyebut, apabila tuduhan tersebut tidak dapat dibuktikan, maka penyebarannya berpotensi mengarah pada pencemaran nama baik, fitnah, maupun penyebaran berita bohong.
Sementara itu, Abraham Corneles Gainau membantah tegas sejumlah tuduhan yang dimuat dalam pemberitaan mengenai dirinya.
Ia menilai tuduhan tersebut tidak benar, tidak didukung bukti yang dapat diverifikasi, serta berpotensi merugikan nama baik dan reputasinya.
Abraham menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan sebagaimana yang dituduhkan, termasuk membawa perempuan ke ruang kerja Gubernur Maluku maupun menggunakan kedekatannya dengan Gubernur untuk kepentingan tertentu.
“Saya bantah keras semua tuduhan tersebut. Jangan fitnah dan jangan merusak nama baik saya dengan informasi yang tidak benar,” tegas Abraham.
Ia juga meminta media yang menerbitkan pemberitaan tersebut memberikan ruang hak jawab dan klarifikasi secara proporsional serta melakukan koreksi apabila terdapat informasi yang tidak sesuai dengan fakta.
Menurut Abraham, kebebasan pers merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan tersebut harus tetap dijalankan dengan menjunjung tinggi akurasi, verifikasi, keberimbangan, dan tanggung jawab jurnalistik.***








Komentar