AMBON, BABETO.ID – Peta yang terlihat berada di belakang Presiden China Xi Jinping menjadi sorotan setelah beredar di media sosial. Perhatian publik tertuju pada penamaan wilayah Palestina yang terlihat pada peta tersebut, sementara nama Israel disebut tidak tampak.
Dilansir pada Minggu (13/9/2026) dari akun TikTok Martin Ahmad, unggahan tersebut memuat keterangan, “peta di belakang presiden China Xi Jinping jadi sorotan”.
Dalam unggahan itu, tampilan peta yang berada di belakang Xi Jinping menjadi perhatian karena adanya tulisan “Palestina” pada kawasan Timur Tengah, sementara tulisan “Israel” disebut tidak terlihat pada bagian yang sama.
Peta tersebut kemudian dikaitkan dengan sikap China terhadap persoalan Palestina dan Israel. China selama ini diketahui mendukung pembentukan negara Palestina serta solusi dua negara dalam penyelesaian konflik Palestina-Israel.
Isu tersebut semakin menarik perhatian karena posisi China dalam persoalan Palestina-Israel kembali menjadi sorotan internasional. Sikap Beijing yang mendukung penyelesaian politik terhadap konflik di Timur Tengah turut menjadi perhatian publik.
Sementara itu, persoalan mengenai penamaan Israel pada peta digital China juga pernah menjadi perbincangan. Pada 2023, sejumlah laporan menyebut nama Israel tidak ditampilkan secara jelas pada beberapa layanan peta digital China, meskipun batas wilayah dan kawasan Palestina tetap digambarkan.
Namun, tampilan sebuah peta dalam suatu ruangan tidak serta-merta dapat dijadikan bukti tunggal mengenai perubahan kebijakan resmi suatu negara. Konteks, jenis peta, waktu penggunaannya, serta sumber gambar perlu diperiksa lebih lanjut sebelum ditarik kesimpulan politik.
Unggahan tersebut kemudian mendapat beragam tanggapan dari pengguna media sosial. Sebagian komentar menilai sikap China dari sisi kemanusiaan dan keberanian dalam melihat persoalan Palestina.
Akun @coffe black menulis, “komunis tapi tahu mana yg Hak dan batil.”
Komentar lain datang dari akun @Al yang menyebut, “komunis itu hanya di aturan negara nya. Tapi dengan jiwa kemanusiaan nya dan jiwa kepemimpinan nya.”
Sementara akun @RAJA memberikan pandangan berbeda dengan mengatakan, “mending kawan dgn. Cina dr pada amerika.”
Sedangkan akun @JAGOAN_CS menyoroti keberanian seorang pemimpin. “pemimpin itu berani mengakui kebenaran biarpun terasa sakitnya,” tulisnya.
Beragam komentar tersebut menunjukkan bagaimana sebuah tampilan peta dapat memunculkan perdebatan luas mengenai politik internasional, khususnya hubungan China dengan persoalan Palestina-Israel.
Meski demikian, penilaian terhadap kebijakan luar negeri suatu negara tetap perlu didasarkan pada pernyataan resmi dan kebijakan yang dapat diverifikasi, bukan hanya dari satu tampilan visual yang beredar di media sosial.***














Komentar