AMBON, BABETO.ID – Polemik terkait rekening SMA Negeri 11 Ambon yang disebut dalam kondisi nol rupiah setelah kepala sekolah sebelumnya memasuki masa pensiun kembali menjadi sorotan publik.
Dilansir pada Minggu (13/9/2026) dari akun TikTok BABETO.ID, melalui unggahan dengan keterangan, “Mantan Kepala SMA 11 Ambon Belum Serah Terima Jabatan, Pensiun Tinggalkan Rekening Sekolah Nol Rupiah?”, muncul sejumlah tanggapan dari pengguna media sosial.
Salah satu komentar datang dari akun @𝒵𝒽𝒶𝓇𝒽𝒶𝓂 yang menilai kondisi tersebut perlu dilihat dalam konteks pertanggungjawaban pengelolaan anggaran sekolah.
Menurut akun tersebut, seorang kepala sekolah yang menjadi penanggung jawab anggaran tentu memahami adanya mekanisme pemeriksaan terhadap penggunaan dana selama masa jabatannya.
“Katong yang bukan orang pemerintahan saja paham maksud dari pengosongan rekening, kepala sekolah juga pasti sudah tahu ia akan diaudit,” tulis akun tersebut dalam komentarnya.
Ia kemudian menyampaikan dugaan bahwa dana operasional sekolah kemungkinan telah diamankan karena mantan kepala sekolah mengetahui adanya kewajiban pertanggungjawaban atas penggunaan anggaran.
“Makanya dia amankan semua dana operasional sekolah,” lanjutnya.
Namun, pernyataan tersebut merupakan pendapat dari pengguna media sosial dan belum dapat dijadikan kesimpulan bahwa benar telah terjadi pengosongan rekening untuk menghindari pemeriksaan ataupun bahwa dana sekolah telah diamankan untuk kepentingan tertentu.
Akun tersebut juga menyinggung beratnya tanggung jawab seorang kepala sekolah dalam mengelola anggaran karena setiap pemasukan dan pengeluaran harus dapat dipertanggungjawabkan.
“Tidak gampang jadi penanggung jawab anggaran sekolah. Uang masuk keluar harus teliti,” tulisnya.
Lebih lanjut, ia menilai kepala sekolah kemungkinan telah mempersiapkan dokumen maupun pertanggungjawaban terkait penggunaan anggaran selama masa kepemimpinannya, mengingat adanya lembaga pemeriksa keuangan yang dapat melakukan pemeriksaan.
“Karena dia tahu ada BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) yang akan audit dia terkait penggunaan anggaran di masa jabatannya sebagai kepala sekolah,” tulis akun tersebut.

Komentar itu kemudian ditutup dengan pandangan bahwa persoalan pengelolaan anggaran sekolah sebaiknya dilihat berdasarkan dokumen, mekanisme pertanggungjawaban, serta hasil pemeriksaan lembaga yang berwenang.
Dengan demikian, kondisi rekening sekolah yang disebut nol rupiah maupun persoalan belum dilakukannya serah terima jabatan masih memerlukan penjelasan resmi dari pihak terkait agar publik memperoleh informasi yang utuh dan tidak hanya berdasarkan dugaan atau komentar di media sosial.***








Komentar