SBB, BABETO.ID – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengingatkan para guru dan siswa SMP Negeri 1 Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), pentingnya menjaga kedisiplinan dalam proses pendidikan.
Pesan tersebut disampaikan Hendrik saat bertemu dengan para guru dan siswa SMP Negeri 1 Taniwel, Senin (14/9/2026).
Hendrik meminta para siswa untuk menghormati dan mematuhi arahan guru. Namun, ia juga mengingatkan bahwa penerapan disiplin di sekolah harus dilakukan dengan cara yang bijaksana serta tidak menggunakan kekerasan.
“Marilah patuh kepada bapa ibu guru. Meskipun sekarang ada Undang-Undang Perlindungan Anak, bapa ibu guru seng bisa pukul dong lai, tapi mendisiplinkan dong harus,” kata Hendrik.
Dalam kesempatan itu, Hendrik juga mengenang pengalaman dirinya ketika masih bersekolah. Ia mengatakan, pada masa sekolah dahulu, dirinya pernah mendapatkan bentuk disiplin dari guru yang menurutnya ikut membentuk karakter dan perjalanan hidupnya hingga dapat menjadi Gubernur Maluku.
“Katong dulu dapa pukul dari mistar yang satu meter sampai mistar tinggal empat senti saja. Tapi katong jadi gubernur karena itu. Jadi karja cemeti kau bisa bijaksana,” ungkap Hendrik.
Meski menceritakan pengalaman masa lalu tersebut, Hendrik menegaskan bahwa pendidikan saat ini harus tetap memperhatikan aturan dan perlindungan terhadap anak. Menurutnya, disiplin tidak boleh diterapkan melalui kekerasan fisik maupun bentuk kekerasan lainnya.
“Jadi jangan juga seperti itu, karena ada hukumnya. Jadi betul-betul harus belajar sungguh-sungguh,” pesannya kepada para siswa.
Hendrik kemudian memberikan motivasi kepada para siswa SMP Negeri 1 Taniwel agar terus belajar dan tidak menyia-nyiakan kesempatan mendapatkan pendidikan.
“Kalian cantik-cantik dan ganteng-ganteng. Selamat ulang tahun SMP Negeri 1 Taniwel,” tutupnya.***













Komentar