oleh

Pernah Jadi “Lawan”, Rimbo Bugis Kini Dipuji Bupati Asri Arman: Orang Baik

-Berita-54 Dilihat

PIRU, BABETO.ID – Hubungan politik yang pernah diwarnai perbedaan sikap antara Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Maluku, Rimbo Bugis, dan Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Asri Arman, kembali mencair dalam momentum Musyawarah Daerah (Musda) II PD Pemuda Muhammadiyah SBB di Hotel Mitra Place, Piru, Senin (5/10/2026).

Di hadapan peserta Musda, Asri secara terbuka mengungkapkan dinamika hubungannya dengan Rimbo yang telah berlangsung sejak dirinya masih menjadi anggota DPRD SBB.

“Saya kenal Rimbo sejak saya masih menjadi anggota DPRD. Tetapi ketika saya menjadi Bupati SBB, Rimbo sudah spion kiri dan menjadi lawan saya,” kata Asri.

Pernyataan tersebut disampaikan Asri dengan nada ringan dan mendapat respons hangat dari peserta Musda.

Meski pernah berada pada posisi politik yang berbeda, Asri menegaskan bahwa perbedaan politik tidak harus memutus hubungan personal maupun komunikasi.

“Tapi dengan momentum Musda ini, saya bersama Rimbo hari ini. Rimbo ini orang baik,” ujar Asri.

Pernyataan itu menjadi salah satu momen menarik dalam Musda II PDPM SBB yang tidak hanya membahas agenda organisasi, tetapi juga memperlihatkan bagaimana perbedaan pandangan politik dapat tetap diiringi komunikasi dan hubungan yang baik.

Dalam kesempatan yang sama, Rimbo Bugis menegaskan bahwa Pemuda Negarawan tidak boleh sekadar menjadi bagian dari lingkaran kekuasaan. Menurutnya, pemuda harus mampu memberikan gagasan, kritik, sekaligus solusi kepada pemerintah daerah.

“Pemuda negarawan bukan berarti berkolaborasi dengan pemerintah untuk bersengkongkol dengan kekuasaan atau menjadi penjilat. Pemuda negarawan harus hadir memberikan pikiran, kritik, dan solusi kepada pemerintah daerah,” tegas Rimbo.

Ia menekankan pentingnya menjaga independensi moral dan intelektual Pemuda Muhammadiyah dalam mengawal kebijakan pemerintah agar tetap berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Sementara itu, Ketua PDPM SBB, Darman Wance, mengatakan Pemuda Muhammadiyah siap menjadi mitra kritis sekaligus mitra kerja pemerintah daerah dalam mengawal berbagai program pembangunan.

Menurut Darman, persoalan seperti lemahnya perputaran ekonomi, penanganan musibah kebakaran, hingga potensi konflik sosial membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.

Ketua PDM SBB, Dr. Ahmad Amin, juga mengingatkan agar Musda tidak hanya dipandang sebagai momentum pemilihan ketua, tetapi sebagai ruang untuk menyatukan gagasan dan merumuskan program konkret bagi masyarakat.

Musda II PDPM SBB turut dihadiri jajaran Forkopimda SBB, KPU, Bawaslu, organisasi kepemudaan seperti GP Ansor dan HMI, serta sejumlah elemen masyarakat.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *