oleh

Perjuangkan Kepentingan Daerah Kepulauan, Gubernur Hendrik Dorong Percepatan RUU Daerah Kepulauan

AMBON, BABETO.ID – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku untuk terus memperjuangkan kepentingan daerah kepulauan, termasuk mendorong percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan.

Hal tersebut disampaikan Hendrik saat menghadiri Sidang Paripurna DPRD Provinsi Maluku dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Maluku di Ruang Rapat Paripurna DPRD Maluku, Karang Panjang, Ambon, Rabu (19/8/2026).

Hendrik mengajak DPRD Maluku bersama seluruh kekuatan politik untuk membangun sinergi dan memperjuangkan kepentingan Maluku melalui jalur politik masing-masing.

Menurutnya, karakter Maluku sebagai daerah kepulauan harus menjadi dasar dalam melahirkan kebijakan nasional yang mampu memberikan keadilan bagi masyarakat di wilayah kepulauan.

“Kita ingin memastikan bahwa karakter kepulauan bukan menjadi hambatan bagi Maluku, tetapi menjadi dasar bagi lahirnya kebijakan negara yang lebih adil,” tegas Hendrik.

Selain memperjuangkan kepentingan daerah kepulauan, Hendrik juga menyoroti sejumlah proyek strategis yang dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi baru bagi Maluku.

Salah satunya adalah pengembangan Blok Masela. Hendrik menyebut ground breaking pembangunan kilang gas alam Lapangan Abadi Wilayah Kerja Masela oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 16 Juli 2026 menjadi momentum penting bagi percepatan proyek strategis tersebut setelah mengalami penundaan selama puluhan tahun.

“Bagi Maluku, Masela bukan hanya tentang gas. Masela adalah tentang masa depan, investasi, lapangan kerja, tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru,” katanya.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku juga terus mendorong pembangunan Maluku Integrated Logistic Hub (MILH). Proyek tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarpulau, menekan biaya logistik, meningkatkan daya saing komoditas daerah, serta membuka peluang investasi dan lapangan kerja.

Hendrik juga menyampaikan perkembangan pembangunan Bendungan Way Apu di Kabupaten Buru yang terus dipantau pemerintah. Hingga saat ini, progres pembangunan bendungan tersebut telah mencapai 87,38 persen.

Bendungan Way Apu diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, termasuk mendukung pemenuhan kebutuhan beras lokal serta memperkuat sektor pertanian di Maluku.

Hendrik menegaskan, berbagai program dan proyek strategis tersebut harus diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed