AMBON, BABETO.ID – Perusahaan Daerah (PD) Panca Karya Maluku tetap berkomitmen menjaga pelayanan transportasi laut bagi masyarakat di tengah tantangan anggaran dan tingginya biaya operasional.
Melalui armada KMP Tanjung Sole, perusahaan terus melayani sejumlah lintasan antarpulau yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat di Provinsi Maluku.
Direktur Utama PD Panca Karya, Muhammad Rany Tualeka, ST, memastikan pelayanan pelayaran tetap berjalan sesuai jadwal sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan daerah dalam mendukung konektivitas wilayah kepulauan.
Berdasarkan jadwal pelayaran untuk Juli hingga Agustus 2026, KMP Tanjung Sole melayani rute Ambon, Waisala, Buano, Manipa, Namlea dan Teluk Bara.
Kapal berangkat dari Ambon setiap Selasa pukul 22.00 WIT, kemudian melanjutkan pelayaran ke Waisala, Buano dan Manipa pada Rabu.
Selanjutnya pada Kamis kapal menuju Namlea dan Teluk Bara, sementara Jumat kembali melayani Namlea, Manipa dan Buano, sebelum bertolak dari Waisala pada Sabtu pagi.
Keberadaan KMP Tanjung Sole dinilai memiliki peran penting bagi masyarakat di wilayah Seram Bagian Barat, Pulau Manipa, Buano hingga Kabupaten Buru.
Selain menjadi sarana transportasi penumpang, kapal tersebut juga mendukung distribusi barang, hasil bumi, kebutuhan pokok, layanan kesehatan, pendidikan, serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Di tengah keterbatasan yang dihadapi perusahaan, pelayanan yang tetap berjalan mendapat apresiasi dari masyarakat.
Mereka berharap Pemerintah Provinsi Maluku dapat memberikan perhatian lebih terhadap penguatan PD Panca Karya, baik melalui dukungan kebijakan maupun penguatan pendanaan.
Dukungan tersebut dinilai penting agar perusahaan daerah itu dapat meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat armada yang dimiliki, serta memperluas jangkauan pelayanan transportasi laut bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan PD Panca Karya, konektivitas antarpulau di Maluku diharapkan semakin baik sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di seluruh daerah.***













Komentar