Oleh: Don Syahril (Direktur Nusantara Connection)
BABETO.ID – Pemerintahan Prabowo-Gibran mempunyai target pertumbuhan ekonomi nasional 8%. Hal ini menjadi catatan penting bagi pemerintah untuk mencapai target tersebut dengan memanfaatkan instrumen yang di miliki bangsa indonesia, baik itu secara sumber daya manusia maupin sumber daya alam.
Setelah menjabat presiden, Prabowo Subianto melakukan ekspansi diplomasi politik ke beberapa negara untuk memperkuat investasi dan dukungan ekonomi dari negara negara sahabat. selain itu, Prabowo Subianto juga menggagas program nasional dari sektor pertanian, pembentukan koperasi merah putih dan pembentukan lembaga Danantara. instrumen yang telah di bentuk pemerintahan Prabowo-Gibran, perlu di topang oleh pihak swasta, agar terwujudnya pencapaian pertumbuhan eknomi 8%.
Salah satu Kandidat Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2026-2029 William Heindrich, mempunyai gagasan yang berpotensial menyokong pertumbuhan ekonomi nasional, dengan mengusung (Konsep HIPMI 8%).
Pasca pengambilan formulir pendaftaran ketua umum HIPMI, William Heindrich dan tim pemenangan, melaksanakan konfrensi pers, dan menjabarkan Konsep HIPMI 8% secara terperinci. Target permberdayaan 10.000 entrepreneur muda, yang memanfaatkan elaborasi antar lembaga pemerintah seperti Danantara dan swasta menjadi kunci pendorong ekonomi nasional. Konsep HIPMI 8% juga berorientasi pada penguatan ruang fiskal daerah.
Penyelarasan gagasan antara swasta dan pemerintah yang di tawarkan oleh William Heindrich dalam konstalasi pertarungan ketua umum HIPMI periode 2026-2029 bentuk dari kontribusi nyata pemuda indonesia dalam menopang ekonomi nasional secara pendapatan negara dan terbukanya lapangan pekerjaan. hal ini pula William Heindrich mendapat dukungan penuh dari kalangan Masyarakat, OKP dan tentunya entrepreneur muda indonesia. ***














Komentar