JAKARTA, BABETO.ID – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, secara resmi membuka ajang Pattimura International Big Fight 2026 yang digelar di Studio Utama TVRI Pusat, Senayan, Jakarta, Jumat (29/5/2026).
Kejuaraan tinju profesional bertaraf internasional tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat pembinaan atlet sekaligus memperkenalkan potensi olahraga tinju Maluku ke tingkat nasional maupun dunia.
Dalam sambutannya, Gubernur Maluku menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut, mulai dari Maluku Barat Daya Promotion, Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI), Kerukunan Keluarga Besar Masyarakat Maluku (KKBMM), Angkatan Muda Pattimura, hingga para sponsor dan pendukung acara.
“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Maluku, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi dan mendukung pelaksanaan Pattimura International Big Fight 2026 sehingga dapat terlaksana dengan baik,” ujar Lewerissa.
Menurutnya, penyelenggaraan ajang ini menjadi bukti nyata sinergi berbagai pihak dalam mendorong kemajuan olahraga tinju sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi atlet-atlet Maluku untuk berprestasi di tingkat nasional dan internasional.
Gubernur menegaskan bahwa nama Pattimura yang diusung dalam kejuaraan tersebut bukan sekadar identitas pahlawan nasional, tetapi juga simbol keberanian, ketangguhan, dan harga diri masyarakat Maluku.
“Nama Pattimura bukan hanya identitas seorang pahlawan nasional, tetapi juga mencerminkan jati diri orang Maluku yang berani, tangguh, dan memiliki semangat juang yang tinggi,” katanya.
Ia menilai semangat perjuangan Kapitan Pattimura tercermin dalam para petinju yang bertanding di atas ring melalui sportivitas, disiplin, dan mental juang yang kuat untuk meraih prestasi.
“Di atas ring ini kita akan menyaksikan semangat Pattimura muda yang bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan tekad untuk menjadi yang terbaik,” tambahnya.
Lewerissa juga menegaskan bahwa Maluku memiliki banyak talenta potensial di cabang olahraga tinju yang perlu terus dibina dan diberikan ruang berkembang melalui kompetisi profesional.
“Ajang ini membuktikan bahwa Maluku tidak pernah kekurangan talenta emas di dunia tinju. Kami berharap lahir juara-juara baru yang mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia,” ujarnya.
Kepada seluruh petinju yang bertanding, Gubernur berpesan agar menjunjung tinggi sportivitas dan menampilkan kemampuan terbaik selama pertandingan berlangsung.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan hasil lelang lukisan legenda tinju Indonesia, Elias Pical, senilai Rp50 juta. Dana hasil lelang tersebut disalurkan untuk mendukung pembinaan olahraga tinju dan pengembangan generasi muda Maluku.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Maluku Utara, Ketua DPRD Provinsi Maluku, Direktur Utama TVRI beserta jajaran, Ketua Umum FTPI Pusat, Ketua Umum KKBMM, Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pattimura, para promotor, ofisial, juri, serta para petinju yang berlaga dalam kejuaraan internasional tersebut.***









Komentar