oleh

Kegaduhan Informasi Proyek Gedung Eks Kewedanan Menes, Aktivis Minta Pemerintah Turun Tangan

PANDEGLANG, BABETO.ID — Proyek pemeliharaan Gedung Cagar Budaya Eks Kewedanan Menes kembali menuai kritik. Aktivis Ikatan Rakyat Reformasi (IKRAR) sekaligus putra asli Menes, Mulki menilai pelaksanaan proyek tersebut telah menimbulkan kegaduhan informasi dan keresahan di tengah masyarakat.

“Ramainya pemberitaan serta beragam informasi yang beredar dari berbagai kalangan dan media justru menjadi indikasi adanya persoalan serius dalam pelaksanaan proyek,” kata Mulki,
pada Minggu (4/1/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut tidak seharusnya terjadi pada proyek pemeliharaan bangunan bersejarah.

“Pekerjaan proyek pemeliharaan Gedung Eks Kewedanan Menes ini sangat menimbulkan kebisingan di telinga kami, khususnya masyarakat Menes. Seharusnya hal seperti ini tidak boleh terjadi. Kondisi ini sungguh miris,” ujarnya.

Ia menegaskan, sebagai pemuda asli Menes, dirinya bersama sejumlah elemen masyarakat merasa tidak pantas jika terus berdiam diri melihat polemik yang berkepanjangan tanpa kejelasan.

Menurutnya, kegaduhan tersebut berpotensi mencoreng nama baik Menes sebagai wilayah yang memiliki nilai sejarah dan kebudayaan yang tinggi.

“Kami merasa perlu mengambil sikap atas fenomena ini. Jika dibiarkan terlalu lama, dampaknya akan sangat buruk terhadap nama baik Menes yang selama ini sangat kami banggakan,” tegasnya.

Atas dasar itu, Mulki menyampaikan bahwa dalam waktu dekat pihaknya berencana menyambangi Pemerintah Provinsi Banten, khususnya Balai Kebudayaan Wilayah VIII Provinsi Banten.

Langkah tersebut dilakukan untuk meminta agar instansi terkait segera mengambil sikap serta melakukan tindakan konkret terhadap persoalan yang mencuat.

Ia berharap, melalui audiensi tersebut, berbagai pertanyaan publik—terutama terkait transparansi dan pelaksanaan teknis proyek—dapat dijelaskan secara terbuka oleh pihak yang berwenang.

“Intinya kami ingin ada kejelasan. Hal-hal yang tidak bisa dijelaskan oleh pihak pelaksana dan yang selama ini dipertanyakan oleh berbagai kalangan, biarlah pemerintah provinsi dan balai kebudayaan yang menjawabnya. Untuk itu kami akan melakukan audiensi,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa proyek pemeliharaan cagar budaya seharusnya dilaksanakan secara hati-hati, profesional, dan transparan.

Hal itu penting mengingat Gedung Eks Kewedanan Menes merupakan bagian dari warisan sejarah yang memiliki nilai penting bagi masyarakat lokal.

Hingga berita ini diturunkan, polemik terkait proyek pemeliharaan Gedung Eks Kewedanan Menes masih terus bergulir.

Masyarakat Menes berharap adanya langkah cepat, terbuka, dan bertanggung jawab dari pemerintah serta instansi terkait agar persoalan tersebut tidak terus menjadi kegaduhan publik dan dapat diselesaikan secara objektif demi menjaga marwah dan citra daerah.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *