oleh

Kebakaran Hanguskan Hutan di Jalur SS Taman Nasional Manusela, Asap Ganggu Jarak Pandang

-Berita-81 Dilihat

MALUKU TENGAH, BABETO.ID – Kebakaran hutan melanda kawasan jalur SS di Taman Nasional Manusela, Kabupaten Maluku Tengah, pada Senin dini hari (12/10/2026).

Kobaran api membakar vegetasi di lereng perbukitan dan menyebabkan asap tebal yang mengganggu jarak pandang pengemudi yang melintas.

Dilansir dari Radio Republik Indonesia (RRI), titik api pertama kali terlihat saat kondisi kawasan masih gelap. Angin kencang dan semak belukar yang kering diduga mempercepat penyebaran api ke sejumlah titik di sekitar lokasi.

Kebakaran tersebut turut mengganggu perjalanan kendaraan di jalur penghubung Masohi menuju Wahai, Kobisonta, hingga Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur.

Jalur ini menjadi salah satu akses transportasi darat yang penting bagi masyarakat di Pulau Seram.

Seorang sopir angkutan penumpang rute Masohi–Wahai–Kobisonta, Sayuti, mengaku melihat kobaran api cukup besar di tepi tebing sekitar pukul 03.00 WIT.

Asap pekat membuat jarak pandang pengemudi menurun drastis hingga kurang dari 10 meter. Kondisi tersebut memaksa sejumlah pengemudi memperlambat laju kendaraan dan menyalakan lampu hazard untuk mengantisipasi kecelakaan, terutama saat melewati tikungan tajam.

Sayuti mengimbau para pengemudi angkutan umum dan masyarakat yang hendak melintasi jalur tersebut agar meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, asap tebal yang menutupi jalan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Sementara itu, tim terkait dilaporkan telah menuju lokasi untuk melakukan upaya pengendalian api dan mencegah kebakaran meluas.

Penanganan tersebut juga diharapkan dapat menjaga keselamatan pengguna jalan serta kelancaran transportasi darat di kawasan terdampak.

Kebakaran ini menjadi perhatian karena terjadi di kawasan Taman Nasional Manusela, yang memiliki luas sekitar 174.546 hektare dan menyimpan keanekaragaman hayati penting di Pulau Seram.

Kebakaran berpotensi merusak vegetasi, mengganggu habitat satwa, serta mengancam keseimbangan ekosistem kawasan konservasi tersebut.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kebakaran, luas lahan yang terbakar, dan tingkat kerusakan lingkungan belum diketahui secara terperinci.

Angin kencang dan kondisi vegetasi kering masih disebut sebagai faktor yang diduga mempercepat penyebaran api.

Kebakaran tersebut menjadi pengingat pentingnya upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan, terutama di kawasan konservasi.

Selain mengancam kelestarian lingkungan, kebakaran yang terjadi di dekat jalur transportasi juga meningkatkan risiko kecelakaan dan mengganggu mobilitas masyarakat.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *