AMBON, BABETO.ID – Jaringan Islam Nusantara (JIN) Maluku meminta pihak berwenang melakukan audit terhadap harta kekayaan La Ima Kampono, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 11 Ambon.
Permintaan tersebut disampaikan Ketua Wilayah JIN Maluku, Akiki Buru, pada Jumat (18/9/2026). Ia menilai perlu ada pemeriksaan untuk memastikan apakah terdapat ketidaksesuaian antara harta kekayaan yang dimiliki dengan sumber penghasilannya selama menjalankan tugas sebagai kepala sekolah.
“Harta kekayaan tidak wajar, karena ada rumah mewah dan infonya naik haji dan umrah beberapa kali,” kata Akiki Buru.
Menurut Akiki, informasi tersebut perlu diklarifikasi melalui mekanisme pemeriksaan yang transparan. Ia menegaskan, pemeriksaan bukan berarti langsung menyatakan seseorang bersalah, tetapi menjadi langkah untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
Ia mengatakan, persoalan tersebut tidak seharusnya dibiarkan tanpa kejelasan. Menurutnya, terdapat dua kemungkinan yang perlu dibuktikan melalui pemeriksaan.
“Kalau tidak bisa dibiarkan orang yang dicurigai begitu saja, karena ada dua kemungkinan. Yang pertama, kalau benar ada indikasi, sekolah yang rugi. Kalau tidak ada indikasi, kasihan nama baiknya,” ujarnya.
Akiki menilai audit dapat menjadi jalan untuk memberikan kepastian sekaligus menjaga nama baik pihak yang bersangkutan apabila tuduhan atau informasi mengenai ketidakwajaran tersebut tidak terbukti.
JIN Maluku berharap pihak yang memiliki kewenangan dapat menindaklanjuti permintaan tersebut sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan dari La Ima Kampono terkait permintaan audit dan dugaan ketidakwajaran harta kekayaan yang disampaikan JIN Maluku.***








Komentar