AMBON, BABETO.ID – Nama Jacobs Johannes menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah awal penerbangan Indonesia. Pria kelahiran Ambon tahun 1901 itu tercatat sebagai salah satu pemuda pribumi pertama yang mendapat kesempatan belajar menerbangkan pesawat pada masa pemerintahan Hindia Belanda.
Dilansir pada Selasa (22/9/2026) dari akun TikTok Qushay, dengan keterangan “Jacobs Johannes, putra Maluku pelopor penerbangan Indonesia”, kisah Jacobs Johannes kembali menjadi perhatian publik.
Berdasarkan catatan sejarah yang dikutip Tirto dari sejumlah sumber penerbangan lama, Jacobs Johannes lahir di Ambon pada 1901. Ia mengawali pendidikan di sekolah kelas II dan kemudian memperoleh pendidikan bahasa Belanda.
Pada 1917, Jacobs melanjutkan pendidikan di Kweekschool voor Inlandsch Scheepelingen (KIS) di Makassar. Setelah itu, ia memulai karier sebagai matroos atau kelasi kelas tiga di lingkungan Angkatan Laut Kerajaan Belanda.
Kariernya kemudian berkembang. Pada 1921, Jacobs telah bertugas di bagian administrasi dan berpangkat sersan ketika mendapatkan kesempatan mengikuti pendidikan penerbangan.
Kesempatan untuk belajar terbang diperolehnya pada 1925 setelah mengikuti tes fisik dan dinyatakan memenuhi syarat. Dua tahun kemudian, tepatnya pada awal Desember 1927, Jacobs Johannes berhasil menerbangkan pesawat seorang diri.
Pada Januari 1928, ia juga memperoleh brevet terbang internasional. Catatan De Militair edisi 4 Februari 1928 bahkan menyebut Jacobs Johannes sebagai orang Ambon yang pertama-tama memperoleh kehormatan menyandang sebutan vliegenier atau penerbang.
Perjalanan Jacobs Johannes menjadi bagian dari sejarah panjang keterlibatan orang Indonesia dalam dunia penerbangan.
Pada masa itu, kesempatan bagi pribumi untuk menjadi penerbang masih sangat terbatas dan sebagian besar hanya ditempatkan pada pekerjaan pendukung di lingkungan penerbangan.
Namun, perjalanan Jacobs kemudian menghadapi nasib kurang beruntung. Tidak lama setelah memperoleh brevet penerbangan internasional, ia mengalami kecelakaan ketika melakukan pendaratan. Setelah peristiwa tersebut, catatan mengenai perjalanan dirinya menjadi semakin terbatas.
Kisah Jacobs Johannes menunjukkan bahwa jauh sebelum Indonesia memiliki angkatan udara sendiri, sudah ada putra Ambon yang menembus keterbatasan pada zamannya dan mengambil bagian dalam sejarah awal penerbangan di Nusantara.
Nama Jacobs Johannes pun menjadi salah satu catatan sejarah yang menghubungkan Maluku dengan perkembangan awal dunia penerbangan Indonesia.***














Komentar