JAKARTA, BABETO.ID – Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI), Martho Zaini Warat, meminta perwakilan Yaman di Indonesia segera memberikan penjelasan resmi terkait kabar mengenai dugaan penerbangan drone yang disebut berkaitan dengan kelompok Houthi dan berada di sekitar wilayah selatan Kota Mekah.
Martho menilai persoalan tersebut perlu segera dijelaskan melalui jalur diplomatik. Menurutnya, Mekah merupakan kota suci umat Islam sehingga segala informasi mengenai potensi ancaman terhadap wilayah tersebut harus ditangani secara serius dan transparan.
“Kami meminta pihak Yaman di Indonesia jangan diam. Segera sampaikan kepada pemerintah Yaman bahwa Kota Suci Mekah bukan objek perang dan tidak boleh dijadikan sasaran dalam konflik apa pun,” kata Martho.
Ia juga meminta perwakilan Yaman di Indonesia menyampaikan klarifikasi kepada publik mengenai klaim yang beredar. Hal tersebut dinilai penting karena terdapat perbedaan informasi antara pihak Arab Saudi dan kelompok Houthi mengenai dugaan drone tersebut.
Martho mengatakan, terlepas dari perbedaan klaim mengenai asal maupun tujuan drone, keselamatan jamaah, masyarakat sipil, serta warga negara Indonesia harus menjadi perhatian bersama.
“Kami tidak ingin umat Islam Indonesia mendapatkan informasi yang simpang siur. Kalau pihak Yaman menyatakan tidak pernah menargetkan Mekah, maka sampaikan secara resmi dan terbuka. Kalau ada fakta lain, jelaskan kepada publik secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Selain meminta klarifikasi dari pihak Yaman, Martho mendorong Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri memperkuat komunikasi dengan pemerintah Arab Saudi dan Yaman.
Langkah tersebut, menurutnya, diperlukan untuk mencegah kesalahpahaman sekaligus memastikan perlindungan terhadap WNI yang berada di kawasan yang terdampak konflik.
“Kami tegaskan, jangan sampai ada satu pun WNI menjadi korban akibat konflik ini. Keselamatan WNI harus menjadi prioritas pemerintah Indonesia,” tegasnya.
Martho juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam konflik agar tidak menjadikan tempat-tempat suci umat Islam sebagai sasaran ataupun objek ancaman.
PP GPI berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan melalui komunikasi dan jalur diplomatik. Martho menilai pemerintah Indonesia perlu mengambil langkah sesuai kewenangan dan hukum internasional apabila eskalasi konflik sampai mengancam keselamatan jamaah maupun warga negara Indonesia.
“Umat Islam Indonesia memiliki perhatian besar terhadap keselamatan Mekah dan tempat-tempat suci Islam. Kami berharap persoalan ini segera diselesaikan melalui jalur diplomasi,” pungkas Martho Zaini Warat.***








Komentar