JAKARTA, BABETO.ID – Mewakili Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Kepala Badan Penghubung Provinsi Maluku di Jakarta, Saiful Indra Patta, menghadiri tradisi Husafara atau Mandi Safar 1448 Hijriah yang digelar Perkumpulan Rumah Hitu di Pantai Lagoon, Ancol, Jakarta, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar Hitu dan masyarakat Maluku di perantauan untuk mempererat silaturahmi sekaligus mempertahankan tradisi leluhur.
Husafara tahun ini turut dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Patta menyampaikan salam hormat dan salam hangat dari Gubernur Maluku kepada seluruh keluarga besar Rumah Hitu dan masyarakat Maluku yang hadir.
Ia mengatakan, kegiatan Husafara telah dilaporkan kepada Gubernur Maluku sebagai bagian dari perhatian Pemerintah Provinsi Maluku terhadap pelestarian adat dan budaya masyarakat Maluku di perantauan.
Gubernur Maluku menitipkan salam hormat serta salam hangat untuk seluruh keluarga besar Rumah Hitu dan masyarakat Maluku yang berkumpul pada hari ini.
“Pemerintah Provinsi Maluku sangat mengapresiasi kebersamaan warga perantauan yang konsisten merawat tradisi penolak bala ini,” ujar Patta.
Menurut Patta, Husafara tidak hanya menjadi ritual adat, tetapi juga memiliki nilai spiritual, sosial dan budaya yang penting untuk terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia menyampaikan komitmen untuk berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan instansi terkait agar tradisi Husafara dapat didorong menjadi salah satu agenda dalam kalender pariwisata di Jakarta.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkenalkan tradisi Hitu kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus memperkuat pelestarian budaya Maluku.
Selain itu, Husafara menjadi ruang bakudapa bagi masyarakat Maluku di wilayah Jabodetabek. Pertemuan tersebut menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan rasa kekeluargaan masyarakat Maluku di tanah rantau.
Patta juga mengajak masyarakat Maluku untuk menjaga keharmonisan, memperkuat persatuan serta ikut berkontribusi menjaga keamanan dan ketertiban.
Mari kita satukan hati, bersihkan batin, dan angkat doa bersama. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, menjauhkan kita semua dan negeri ini dari segala marabahaya dan bencana.
“Satukan hati kita dalam merawat silaturahmi untuk kebaikan bersama. Mari saling baku kele, tatap masa depan par Maluku pung bae,” ucapnya.
Kegiatan Husafara 1448 H berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Rangkaian acara ditutup dengan doa keselamatan bersama, pementasan seni pantun Maluku serta prosesi Husafara di pesisir Pantai Lagoon Ancol.***










Komentar