AMBON, BABETO.ID – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa membantah informasi yang menyebut kekayaannya bertambah setelah dirinya menjabat sebagai Gubernur Maluku.
Hendrik menegaskan, sejak menjadi gubernur, tidak ada penambahan aset pribadi yang diperolehnya. Bahkan, menurut dia, kekayaannya justru berkurang karena selama ini banyak digunakan untuk membantu masyarakat maupun berbagai lembaga.
Ia menjelaskan, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan saat ini merupakan laporan perubahan dari data sebelumnya. Menurut Hendrik, laporan terdahulu dibuat oleh Tim Pemenangan saat dirinya maju sebagai calon Gubernur Maluku.
“LHK saat ini adalah laporan perubahan terhadap LHK sebelumnya yang dibuat oleh Tim Pemenangan HL waktu maju sebagai CAGUB Maluku 2025,” kata Hendrik, Kamis (10/9/2026).
Hendrik menjelaskan, perubahan nilai pada sejumlah aset bukan berarti terdapat penambahan aset baru. Salah satu penyebabnya adalah perubahan nilai pasar, khususnya tanah yang telah dimiliki sejak bertahun-tahun sebelumnya.
“Tanah yang dibeli 10 tahun lalu pasti nilainya berubah sekarang,” ujarnya.
Selain itu, Hendrik menyebut terdapat sejumlah aset pribadi yang sebenarnya telah dimiliki jauh sebelum dirinya menjadi anggota DPR RI maupun Gubernur Maluku. Aset tersebut, kata dia, sebelumnya belum tercantum karena alasan teknis administratif.
Ia memastikan seluruh harta kekayaan yang dimilikinya sebagai pejabat negara telah dilaporkan dan diregistrasikan melalui sistem LHKPN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.
Hendrik pun meminta pihak yang menyebut adanya penambahan kekayaan setelah dirinya menjadi gubernur untuk membuktikan tudingan tersebut.
“Silahkan buktikan harta kekayaan Gub HL yang diperoleh setelah menjadi Gubernur. Tidak ada tambahan aset pribadi apapun,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa fasilitas yang digunakannya selama menjalankan tugas sebagai gubernur merupakan fasilitas negara, seperti rumah dinas, kendaraan dinas dan fasilitas kedinasan lainnya.
Menurut Hendrik, tudingan terhadap kekayaan seseorang tidak seharusnya disampaikan tanpa dasar dan bukti yang jelas. Ia mengingatkan, penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dapat menimbulkan konsekuensi hukum.
“Jangan sebarkan kebencian dan keculasan ke publik tanpa alasan karena akan berakibat hukum jika tidak dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Hendrik mengatakan perjalanan politiknya juga telah melalui sejumlah kontestasi di tingkat Maluku. Ia menyebut telah lima kali mengikuti kontestasi politik, termasuk sebagai calon anggota DPR RI, calon wakil gubernur dan calon gubernur.
“Pertarungan politik demikian banyak memangnya modal dengkul? Yang benar sajalah,” ujarnya.
Meski demikian, Hendrik menegaskan bahwa dirinya tidak menjadikan jabatan politik sebagai sarana untuk memperkaya diri. Ia menyebut dirinya sebagai politisi yang memiliki kemampuan finansial, namun tetap hidup secara sederhana dan memilih fokus mengabdi kepada masyarakat Maluku.
“HL adalah politisi yang tidak kaya tapi juga tidak melarat,” katanya.
Hendrik juga mengaku tidak ingin membalas berbagai hujatan, cemoohan, fitnah maupun hinaan yang ditujukan kepadanya selama menjalankan tugas sebagai Gubernur Maluku.
Menurutnya, cara terbaik menjawab berbagai tudingan tersebut adalah dengan terus bekerja dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Saya buktikan dengan membalas bekerja yang baik untuk kebaikan Maluku,” pungkasnya.***










Komentar