AMBON, BABETO.ID – Isu rendahnya gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menjadi perhatian serius berbagai kalangan, termasuk Saudagar Muda Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku.
Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Festival Kuliner Ramadhan 1447 H/2026 M yang digelar di pelataran Gedung Islam Center, Waihaong, Kota Ambon, Rabu (25/2/2026).
Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Maluku, Rimbo Bugis, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi masyarakat yang semakin tertekan.
Ia menyinggung fenomena gaji PPPK paruh waktu yang dinilai masih jauh dari kata layak.
Bahkan, baru-baru ini isu tersebut sempat menjadi perbincangan publik setelah viralnya informasi terkait besaran gaji PPPK paruh waktu di Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku.
“Realitas ini tidak bisa kita abaikan. Banyak masyarakat, termasuk PPPK paruh waktu, harus mencari cara tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ujar Rimbo.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama Pemuda Muhammadiyah melalui Saudagar Muda menghadirkan Festival Kuliner Ramadhan sebagai ruang alternatif untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
Festival ini, lanjutnya, membuka peluang bagi pelaku usaha kecil, generasi muda, hingga masyarakat umum untuk berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi selama bulan suci Ramadhan.
“Ini bukan hanya soal jualan kuliner, tetapi bagaimana kita membangun kemandirian ekonomi di tengah keterbatasan,” tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat kewirausahaan sekaligus solusi konkret di tengah dinamika ekonomi yang belum sepenuhnya berpihak pada masyarakat kecil.***













Komentar