JAKARTA, BABETO.ID – Pergerakan Pelajar Maluku (PPM) mendesak pihak kepolisian menahan dan memeriksa penjual nasi uduk yang disebut terlibat dalam insiden dengan sejumlah pelajar Maluku di Jakarta.
Ketua Umum PB PPM, Robi Mony, mengatakan pihaknya memperoleh informasi bahwa penjual nasi uduk tersebut diduga mengancam salah satu pelajar dengan menggunakan pisau lipat.
“Informasi yang kami dapatkan, penjual nasi uduk mengancam saudara kami,” kata Robi Mony, Jumat (31/7/2026).
Menurut Robi, persoalan tersebut bermula setelah para pelajar disebut telah meminta maaf atas peristiwa yang terjadi. Namun, ia mempertanyakan tindakan penjual nasi uduk yang diduga mengancam mereka menggunakan pisau lipat.
“Dia sudah turun meminta maaf, bahkan beberapa kali meminta maaf. Tapi kenapa penjual nasi uduk malah menodongkan pisau lipat ke lehernya. Ini kan kurang ajar,” ujarnya.
PPM juga meminta kepolisian memeriksa informasi mengenai dugaan pernyataan bahwa para pelajar tersebut makan tanpa membayar.
Robi menduga pernyataan tersebut memancing kemarahan warga sekitar hingga terjadi aksi kekerasan terhadap para pelajar.
“Dia sengaja memancing warga dengan mengatakan mereka makan tidak bayar. Akibatnya warga terpancing emosi sehingga terjadi aksi brutal,” katanya.
Karena itu, PPM meminta kepolisian mengusut seluruh rangkaian kejadian secara menyeluruh dan memeriksa semua pihak yang terlibat berdasarkan bukti serta keterangan saksi.
“Kami meminta pihak kepolisian segera memeriksa penjual nasi uduk. Kalau sampai tidak ditahan, kami akan melakukan aksi besar-besaran. Bagi kami, dia diduga sebagai pihak yang memprovokasi,” tegas Robi.
PPM menegaskan langkah tersebut diperlukan agar persoalan dapat diselesaikan melalui proses hukum dan tidak kembali memicu aksi kekerasan.***









Komentar