AMBON, BABETO.ID – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menghadiri prosesi adat buka sasi yang dirangkaikan dengan panen raya teripang di Ohoi Warbal, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, pada 23–24 Oktober 2026.
Kehadiran Lewerissa dalam kegiatan tersebut menjadi momentum untuk melihat langsung bagaimana masyarakat adat menjaga tradisi sekaligus mengelola kekayaan laut yang menjadi salah satu sumber penghidupan mereka.
Sasi merupakan aturan adat yang mengatur pemanfaatan sumber daya alam dalam periode tertentu.
Penerapan tradisi ini mencerminkan komitmen masyarakat setempat dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan memastikan sumber daya laut tetap tersedia untuk masa mendatang.
Panen raya teripang juga memperlihatkan potensi ekonomi kelautan yang dapat dikembangkan masyarakat.
Dengan pengelolaan yang terukur dan bertanggung jawab, hasil laut diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat pesisir.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Lewerissa turut membuka ruang komunikasi bagi siswa dan guru SMA Seminari Thadeus Langgur.
Kesempatan itu diharapkan dapat membantu menyampaikan kebutuhan serta aspirasi dunia pendidikan kepada pemerintah daerah.
Dua agenda tersebut memperlihatkan pentingnya perhatian terhadap kekayaan budaya dan pengembangan sumber daya manusia dalam pembangunan Maluku.
Pelestarian adat dan peningkatan kualitas pendidikan menjadi bagian yang perlu berjalan beriringan demi masa depan daerah yang lebih baik.***













Komentar