AMBON, BABETO.ID – Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Ambon dikeluhkan para sopir truk pengangkut pasir dan material galian C.
Dilansir dari Facebook Update Maluku, pada Rabu 9/9/2026, para sopir yang biasa mangkal di kawasan Lampu Lima, Kota Ambon, mengaku harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan solar.
Kondisi tersebut membuat para sopir harus menunggu dalam waktu lama sebelum dapat melanjutkan aktivitas pengangkutan material.
Situasi ini juga menjadi perhatian karena waktu tunggu yang panjang dapat membuat pengemudi mengalami kelelahan dan mengantuk ketika kembali menjalankan kendaraan.
Salah satu kejadian yang menjadi sorotan terjadi di kawasan Wayame. Sebuah truk pengangkut material dilaporkan terbalik setelah sopir diduga mengalami kantuk saat berkendara.
Peristiwa tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai keselamatan para sopir truk yang setiap hari harus menempuh perjalanan untuk mengangkut material galian C.
Di kolom komentar, sejumlah warganet turut menyoroti persoalan antrean solar di Ambon. Mereka berharap ketersediaan dan distribusi BBM, khususnya solar, dapat diperhatikan sehingga antrean panjang tidak terus terjadi.
Bagi para sopir truk, solar merupakan kebutuhan utama untuk menjalankan pekerjaan. Karena itu, persoalan antrean BBM tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ekonomi, tetapi juga menyangkut keselamatan pengemudi dan pengguna jalan lainnya.
Warganet pun mendorong pihak terkait untuk mencari solusi terhadap antrean solar yang berlangsung berjam-jam agar para sopir tidak harus kehilangan waktu istirahat dan tetap dapat berkendara dalam kondisi prima.***














Komentar