AMBON, BABETO.ID – Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (17/8/2026).
Dalam upacara tersebut, Hendrik Lewerissa bertindak sebagai Inspektur Upacara. Peringatan kemerdekaan tahun ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”.

Upacara dimulai sekitar pukul 09.30 WIT dan berlangsung khidmat serta tertib hingga seluruh rangkaian prosesi selesai sekitar pukul 11.00 WIT.
AKBP Handy Senonugroho, S.H., S.I.K., M.Si., dipercaya sebagai Komandan Upacara. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2008 itu lahir di Mataram pada 25 September 1986 dan saat ini menjabat sebagai Kasubdit 3 Tindak Pidana Korupsi Ditreskrimsus Polda Maluku.
Sementara itu, Perwira Upacara dipercayakan kepada AKBP Janny Parinussa, S.H., M.H. Ia merupakan lulusan Pendidikan Pembentukan Perwira tahun 2002 dan kini menjabat sebagai Kabagbinopsnal Direktorat Lalu Lintas Polda Maluku.
Prosesi pengibaran Bendera Merah Putih melibatkan putra-putri terbaik dari berbagai daerah di Maluku. Rohobangsa Angkotasan, siswa SMA Negeri 16 Maluku Tengah, dipercaya sebagai Komandan Pasukan 17.
Tiga anggota pengibar bendera yakni Dion Lalitak dari SMK Negeri 1 Kota Ambon, Mohamad Bagas Bambang Dwi Putra dari SMA Negeri 2 Maluku Tenggara, serta Jesen Wendri Samson dari SMA Negeri 5 Maluku Barat Daya.
Sementara pembawa Sang Saka Merah Putih adalah Eny Jumianty, siswi SMA Negeri 1 Kabupaten Buru.
Momen penting lainnya ditandai dengan pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia oleh Ketua DPRD Provinsi Maluku Benhur George Watubun.
Usai seluruh prosesi upacara, kegiatan dilanjutkan dengan aubade yang dipersembahkan siswa-siswi SMA dan SMK se-Kota Ambon.
Upacara tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi Maluku, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, para gubernur Maluku terdahulu, serta anggota veteran Republik Indonesia.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Merdeka Ambon menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat semangat persatuan, kebangsaan dan gotong royong dalam mengisi kemerdekaan.
Momentum tersebut juga menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak hanya diperingati melalui seremoni, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata dan pengabdian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.***








Komentar