oleh

Enam Kandidat Bersaing Perebutkan Kursi Sekjen PBB, Siapa yang Berpeluang?

JAKARTA, BABETO.ID – Persaingan untuk memperebutkan jabatan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mulai menghangat. Sejumlah tokoh dunia dengan pengalaman panjang di bidang diplomasi dan pemerintahan disebut menjadi kandidat kuat untuk memimpin organisasi internasional tersebut.

Untuk dapat terpilih, seorang calon harus memperoleh sedikitnya sembilan suara dari 15 anggota Dewan Keamanan (DK) PBB. Selain itu, kandidat juga harus lolos dari hak veto lima anggota tetap DK PBB, yakni Amerika Serikat, Inggris, China, Prancis, dan Rusia.

Meski secara konvensi tidak tertulis jabatan Sekjen PBB berikutnya diharapkan berasal dari kawasan Amerika Latin, dinamika politik internasional membuat sejumlah nama dari berbagai kawasan turut masuk dalam bursa pencalonan.

Berikut enam kandidat yang disebut bersaing memperebutkan kursi Sekjen PBB:

1. Michelle Bachelet (Chili)

Mantan Presiden Chili dua periode ini juga pernah menjabat sebagai Komisaris Tinggi HAM PBB. Michelle Bachelet dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang pemerintahan dan hak asasi manusia.

Namun, pencalonannya menghadapi tantangan setelah pemerintah Chili saat ini menarik dukungan, sementara sejumlah negara juga mengkritisi beberapa sikap politiknya.

2. Maria Fernanda Espinosa (Ekuador)

Mantan Menteri Luar Negeri Ekuador ini pernah menjabat sebagai Presiden Majelis Umum PBB.

Espinosa mendorong reformasi di tubuh PBB, termasuk pembentukan sistem peringatan dini untuk mencegah konflik internasional sebelum berkembang menjadi krisis besar.

3. Rafael Grossi (Argentina)

Rafael Grossi merupakan Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sejak 2019. Pengalamannya menangani berbagai isu nuklir dunia, termasuk Iran dan pembangkit nuklir Zaporizhzhia di Ukraina, dinilai menjadi modal penting dalam pencalonannya sebagai Sekjen PBB.

4. Rebeca Grynspan (Kosta Rika)

Saat ini Grynspan memimpin Konferensi PBB untuk Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD). Ia dikenal sebagai diplomat yang berperan dalam mediasi kesepakatan ekspor gandum Laut Hitam antara Rusia dan Ukraina pada 2022.

Menurutnya, PBB perlu lebih berani mengambil langkah dalam menyelesaikan konflik global.

5. Carolyn Rodrigues-Birkett (Guyana)

Mantan Menteri Luar Negeri Guyana yang kini menjabat Duta Besar untuk PBB ini menjadi kandidat termuda di antara para pesaing.

Ia menekankan pentingnya mengembalikan kredibilitas PBB, tidak hanya dalam menjaga perdamaian, tetapi juga dalam pembangunan dan perlindungan hak asasi manusia.

6. Macky Sall (Senegal)

Mantan Presiden Senegal menjadi satu-satunya kandidat dari luar kawasan Amerika Latin. Pencalonannya didukung Uni Afrika dan menyoroti pentingnya hubungan antara perdamaian dan pembangunan.

Namun, ia juga menghadapi kritik terkait penanganan demonstrasi politik selama masa pemerintahannya.

Persaingan menuju kursi Sekretaris Jenderal PBB diperkirakan berlangsung ketat. Selain kemampuan diplomasi dan pengalaman internasional, setiap kandidat juga harus mampu memperoleh dukungan mayoritas anggota Dewan Keamanan tanpa terkena veto dari lima negara anggota tetap.***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *